Batampos - Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Mesjid Jabal Nur, Bukit Senang, Kecamatan Karimun. Beberapa hari kemudian kotak amal ditemukan di perkuburan warga Tionghoa.
Ketua RT 004 Bukit Senang, Ervi Endriwan mengatakan, pencurian kotak amal di mesjid ini sudah berulang kali terjadi, terakhir pada Selasa (14/4/2026) malam pada saat listrik padam sampai Rabu (15/4) pukul 02.30 WIB.
"Maling kotak amal memanfaatkan listrik padam ketika beraksi. Kami juga baru dapat tahu setelah melihat video yang beredar ada kotak amal mesjid kami ditemukan di perkuburan warga Tionghoa. Dan tentunya isinya sudah kosong," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: DPD Golkar Kepri Akan Gelar Musda, Pendaftaran Bacalon Ketua Segera Dibuka
Kotak amal Mesjid Jabal Nur, katanya, bukan baru pertama kali menjadi sasaran maling. Namun, sudah tidak terhitung. Namun, sejak sering hilang, setiap malam petugas memang mengosongkan kotak amal dan disiampan uangnya. Namun, pada Selasa malam tersebut petugas lupa mengambil isi kotak amal sampai terjadi kembali pencurian.
''Kejadian pencurian kotak amal yang terakhir ini memang tidak terekam kamera pemantau atau CCTv mesjid. Pasalnya, listrik padam sampai dini hari. Ketahuannya pada saat sholat subuh melihat kotak amal sudah tidak ada lagi,'' ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, tambah Ervi, bersama bersama warga sekitar mencoba untuk menjebak maling kotak amal mesjid. Namun, rencana ini tidak berhasil. Kemungkinan malingnya tahu kalau akan dijebak oleh masyarakat.
''Memang, dulu pengurus mesjid sempat melihat di rekaman CCTv pelaku pencurian menggunakan penutup kepala. Tapi setelah dicek pelaku sudah tidak ada. Dicek CCTv tidak begitu terlihat dengan jelas disebabkan kualitas CCTv. Sepertinya pelaku pencurian memahami situasi dan kondisi di sekitar mesjid,'' terangnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak