Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

FSPMI Ultimatum Pemerintah soal Keselamatan Kerja di PT ASL Shipyard

Yofie Yuhendri • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:40 WIB
Barang bukti Forklift yang digunakan dalam kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. F. Istimewa
Barang bukti Forklift yang digunakan dalam kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. F. Istimewa

batampos – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kepulauan Riau melayangkan ultimatum kepada pemerintah terkait tingginya angka kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji. Serikat pekerja menilai hingga kini belum ada evaluasi serius terhadap sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan tersebut.

Ketua DPW FSPMI Kepri, Suprapto, mengatakan pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan pengawasan dan pembenahan menyeluruh terhadap penerapan K3 di lingkungan PT ASL Shipyard. Jika tidak ada langkah konkret, FSPMI mengancam kembali menggelar aksi unjuk rasa.

“Kalau pemerintah tidak bergerak, kami akan turun lagi untuk mengingatkan,” ujar Suprapto, Jumat (15/5).

Baca Juga: Kecelakaan Libatkan Truk di Sei Beduk, Dua Korban Tak Tertolong

Menurut dia, dalam setahun terakhir sejumlah kecelakaan kerja fatal terjadi di galangan kapal tersebut. Mulai dari ledakan kapal Federal II hingga insiden alat berat forklift yang menewaskan pekerja. Rentetan peristiwa itu dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan keselamatan kerja di lapangan.

Suprapto menegaskan, persoalan keselamatan kerja sebenarnya sudah disampaikan serikat pekerja saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) lalu. Namun hingga kini, belum terlihat adanya evaluasi maupun pembenahan nyata dari pihak terkait.

“Kami sudah ingatkan saat May Day. Tapi sampai sekarang belum ada evaluasi dan pembenahan di ASL,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kota Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya instansi pengawas ketenagakerjaan dan hubungan industrial, lebih serius mengawasi perusahaan galangan kapal yang memiliki risiko kerja tinggi.

Menurut Suprapto, para pekerja hanya ingin mendapatkan jaminan keselamatan saat bekerja. Ia menilai citra PT ASL Shipyard di mata masyarakat semakin memburuk akibat rentetan kecelakaan kerja yang terus terjadi.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Jalan Licin, Polda Kepri Minta Pengendara Kurangi Kecepatan

“Kita ingin ASL menjadi tempat kerja yang aman bagi pekerja. Karena sekarang muncul anggapan, bekerja di ASL sangat berisiko,” tegasnya.

FSPMI berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan K3 di PT ASL Shipyard agar kasus kecelakaan kerja tidak kembali terulang.

“Kami minta evaluasi segera dilakukan. Kalau tidak, serikat akan kembali turun aksi,” tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#FSPMI Kepri #evaluasi sitem K3 #PT ASL Shipyard #kecelakaan kerja