batampos – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Perumahan Bida Ayu, Kecamatan Sei Beduk, semakin meresahkan warga. Pelaku disebut tidak lagi hanya beraksi pada malam hari, tetapi juga nekat mencuri sepeda motor pada siang bolong saat lingkungan masih ramai aktivitas masyarakat.
Dalam beberapa waktu terakhir, warga mengaku kasus kehilangan sepeda motor terjadi berulang. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir dan mendesak adanya peningkatan sistem keamanan lingkungan.
Salah seorang warga, Defitra, mengatakan aksi pencurian kini terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, para pelaku seolah tidak takut lagi beraksi di kawasan permukiman padat penduduk.
“Warga siang dan malam sekarang kehilangan motor. Maling sudah tidak ada takutnya,” ujar Defitra.
Hal serupa dialami Chris, warga Bida Ayu yang menjadi korban curanmor. Ia mengaku sepeda motor Honda Scoopy miliknya bernomor polisi BP 3270 CC hilang saat diparkir di depan rumah.
“Motor diparkir seperti biasa di depan rumah. Pas mau dipakai sudah tidak ada,” katanya.
Menanggapi maraknya kasus tersebut, Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah saat memarkir kendaraan.
Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor yang kerap menyasar kendaraan tanpa pengamanan tambahan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci stang dan gunakan kunci tambahan,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mendorong warga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), memasang portal atau menerapkan one gate system, serta memasang kamera pengawas atau CCTV di titik-titik rawan.
“Dengan siskamling dan one gate system, pengawasan lingkungan bisa lebih maksimal. Ronda malam secara bergiliran juga penting untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan,” kata Alex.
Polisi berharap langkah pengamanan berbasis lingkungan tersebut dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku curanmor sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat di kawasan perumahan. (*)
Editor : Jamil Qasim