Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Penyelundupan Rokok Ilegal Masih Marak, Bea Cukai Batam Tingkatkan Patroli Laut

Yofie Yuhendri • Minggu, 28 Juni 2026 | 21:12 WIB
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Rokok ilegal masih menjadi komoditas yang paling sering diselundupkan melalui jalur-jalur pesisir di Batam. Bea Cukai Batam mencatat, pelaku masih memanfaatkan pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus untuk memasukkan barang ilegal ke wilayah Batam meski pengawasan terus diperketat.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan jalur pesisir tetap menjadi perhatian karena karakteristik wilayah Batam yang memiliki garis pantai panjang dan banyak akses keluar-masuk melalui laut.

"Dari berbagai penindakan yang kami lakukan, komoditas yang paling banyak diamankan masih rokok ilegal. Data lengkapnya akan kami sampaikan secara rinci," ujar Setiawan, Minggu (28/6).

Baca Juga: Pemulangan Nelayan Kepri dari Malaysia Tertunda, Ini Penjelasan BP2D

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap jalur penyelundupan tidak dilakukan dengan menempatkan petugas di setiap pelabuhan tikus. Sebaliknya, Bea Cukai menerapkan pola pengawasan berbasis intelijen dan manajemen risiko untuk memetakan lokasi yang berpotensi digunakan sebagai jalur masuk barang ilegal.

Informasi dari hasil pemantauan lapangan, analisis risiko, hingga laporan masyarakat menjadi dasar penentuan sasaran patroli dan operasi penindakan.

"Pelabuhan tikus bukan kawasan pabean, sehingga pengawasan dilakukan berdasarkan analisis risiko dan informasi yang telah diverifikasi," katanya.

Menurut Setiawan, luasnya wilayah perairan Batam menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga lalu lintas barang. Karena itu, Bea Cukai memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Bakamla, dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli laut serta pengawasan hingga wilayah perairan 12 mil.

Baca Juga: 24 Kloter Haji Debarkasi Batam Sudah Tiba, Tinggal Satu Kloter Terakhir dari Madinah

Kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi strategi paling efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan yang terus mencari celah melalui jalur-jalur tidak resmi.

"Sinergi antarlembaga menjadi kunci agar upaya penyelundupan dapat dicegah sejak dini dan perlindungan terhadap masyarakat semakin optimal," tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#pelabuhan tikus #rokok ilegal #bea cukai batam #penyelundupan