Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Motor Mogok Berujung Pengeroyokan, Pelajar SMA Alami Luka di Wajah

Yofie Yuhendri • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:01 WIB

 

Ilustrasi pengeroyokan
Ilustrasi pengeroyokan.

batampos – Seorang pelajar SMA berinisial R (16) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berprofesi sebagai sekuriti dan sopir di kawasan Batuaji. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan memar pada bagian wajah.

Kuasa hukum korban dari Lembaga Studi dan Bantuan Hukum Masyarakat Kepulauan (LSBHMK), Ahmad Fauzi, mengatakan insiden bermula saat korban hendak pulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Sepeda motor yang dikendarainya mengalami mogok sehingga korban berusaha menghidupkan mesin dengan menggeber gas.

"Korban ditegur oleh salah seorang sekuriti karena menggeber motor. Teguran itu kemudian berujung cekcok," ujar Fauzi, Senin (6/7).

Menurutnya, setelah adu mulut, korban meninggalkan lokasi. Namun, sekitar 1,5 kilometer dari tempat kejadian, korban diduga diikuti oleh dua orang pelaku sebelum akhirnya dikeroyok.

"Korban dipukul berkali-kali, sekitar lima kali mengenai kepala dan wajah. Selain itu, korban juga mengaku sempat mendapat ancaman dari para pelaku," katanya.

Usai kejadian, korban bersama ibunya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Batuaji. Namun, Fauzi menilai proses penanganan perkara berjalan lambat.

"Sudah 18 hari sejak laporan dibuat, tetapi penyidik baru memanggil satu orang terduga pelaku. Padahal identitas kedua pelaku sudah jelas. Kami berharap keduanya segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Batuaji, Ipda Muhammad Rizky Fitrianor, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.

Ia mengatakan penyidik masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil visum korban sebagai bagian dari proses pembuktian.

"Laporan memang sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga masih menunggu hasil visum korban," ujarnya.

Rizky memastikan kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional, mengingat kasus ini melibatkan seorang anak di bawah umur.

"Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur dan secara tegas karena menyangkut anak," tutupnya.

Editor : Jamil Qasim
#Pelajar SMA #pengeroyokan #SPPG