108 Orang Positif Narkoba di Kampung Madani Dikoordinasikan ke BNNP Kepri

Eusebius Sara • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:23 WIB
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Procilia Ohei bersama kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri  memberikan keterangan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) oleh tim gabungan Polda Kepri upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberantas peredaran narkotika di kampung Madani saat ekspos di Mapolda Kepri, Minggu (6/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Procilia Ohei bersama kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri memberikan keterangan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) oleh tim gabungan Polda Kepri upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberantas peredaran narkotika di kampung Madani saat ekspos di Mapolda Kepri, Minggu (6/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos - Penanganan terhadap 108 orang yang dinyatakan positif menggunakan narkotika dalam kegiatan KRYD di Kampung Madani, Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam, terus berlanjut. Polda Kepulauan Riau (Kepri) akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei mengatakan, mereka yang hasil pemeriksaan urinenya positif akan dikoordinasikan dengan BNNP Kepri. Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan terhadap pengguna yang diamankan dalam kegiatan kepolisian tersebut.

“Yang positif menggunakan narkotika akan kami koordinasikan dengan BNNP Kepri untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Nona di Mapolda Kepri.

Nona juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi narkotika. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap pengguna, tetapi juga dapat merusak kehidupan keluarga.

Baca Juga: Penggerebekan Kampung Madani Batam, 108 Orang Positif Narkoba usai Tes Urine

Ia mengatakan, berdasarkan pendalaman sementara, mayoritas orang yang diamankan dan dinyatakan positif menggunakan narkotika telah berkeluarga.

“Kasihan anak, istri, suami di rumah. Ini rata-rata sudah berkeluarga semua yang pakai. Apa tidak berpikir dengan keluarga?” kata Nona.

Ia meminta para pengguna menjadikan penindakan tersebut sebagai momentum untuk berubah dan memperbaiki masa depan keluarga.

“Bapak, ibu, fokus untuk masa depan keluarga dan anak,” pesannya.

Sementara itu, terkait komitmen sebelumnya bahwa rumah atau hunian di Kampung Madani yang terbukti menjadi lokasi transaksi narkotika akan dimusnahkan, Polda Kepri belum mengambil langkah sepihak.

Nona mengatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas tindak lanjut terhadap hunian yang terbukti digunakan sebagai tempat transaksi narkotika. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
positif kampung madani bnnp kepri narkoba polda kepri