batampos - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun menggagalkan upaya penyelundupan 240 unit cartridge vape yang diduga mengandung narkotika jenis baru di Perairan Pulau Manteras Besar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli rutin yang dilakukan Tim Quick Response Regional Command (QRRC) IV di perairan Selat Durian pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Saat patroli berlangsung, petugas mendeteksi sebuah speed boat yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pulau Buru menuju perairan Batam.
"Tim mendeteksi adanya suara mesin speed boat yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pulau Buru menuju perairan Batam," kata Samuel dalam konferensi pers di Mako Lanal Karimun, Senin (7/9/2026).
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan agar kapal berhenti. Namun, awak kapal tidak mengindahkan peringatan tersebut dan justru meningkatkan kecepatan.
Dalam proses pengejaran, petugas melihat sejumlah paket dilemparkan dari buritan kapal ke laut. Tim kemudian memutuskan mengambil paket tersebut sebagai barang bukti, sementara kapal pelaku berhasil melarikan diri hingga hilang dari pantauan.
Berisi 240 Cartridge Vape Diduga Mengandung Narkotika
Dari hasil pemeriksaan awal, salah satu paket berisi 60 unit cartridge vape yang dikemas dalam plastik bening. Setelah seluruh paket diperiksa, petugas menemukan total 240 unit cartridge vape yang diduga mengandung narkotika.
"Berdasarkan keseluruhan paket, terdapat sekitar 240 unit cartridge vape yang diduga mengandung narkotika jenis baru," ujar Samuel.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Mako Lanal Karimun untuk menjalani pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kandungannya.
Pelaku Masih Diburu
Hingga kini identitas awak speed boat yang melarikan diri masih belum diketahui. Lanal Karimun bersama aparat penegak hukum lainnya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta jaringan penyelundupan yang diduga terlibat.
Samuel menegaskan TNI Angkatan Laut akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan Kepulauan Riau yang kerap menjadi jalur penyelundupan barang ilegal.
"TNI AL bersama aparat penegak hukum akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyelundupan narkotika yang berpotensi merusak generasi penerus bangsa," tegasnya. (*)
Editor : Putut Ariyo