Curiga Istri Berselingkuh, Irfan Tikam Temannya 10 Kali

Eusebius Sara • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:58 WIB
Irfan, pelaku penikaman diintrogasi penyidik Polsek Bengkong. F.Eusebius/Batam Pos
Irfan, pelaku penikaman diintrogasi penyidik Polsek Bengkong. F.Eusebius/Batam Pos

 batampos - Kecurigaan terhadap istrinya membuat Irfan (35) diduga kehilangan kendali. Ia diduga menyerang Riski Ananda Yoga (28) dengan pisau hingga sekitar 10 kali di sebuah kos-kosan di kawasan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, Selasa (1/9) malam.

Sebelum peristiwa berdarah tersebut, kehidupan rumah tangga Irfan disebut sudah bermasalah. Sekitar sebulan sebelumnya, istrinya memilih pulang ke kampung halaman karena diduga tidak tahan dengan sikap temperamental pelaku.

Sejak istrinya pergi, Irfan justru semakin diliputi rasa curiga. Salah satunya terhadap Riski, yang selama ini masih berkawan dengannya.

Ironisnya, Riski disebut justru berusaha memberikan nasihat kepada Irfan. Korban beberapa kali menyemangati pelaku agar memperbaiki sikap dan kembali merayu istrinya supaya mau pulang.

Namun, nasihat tersebut justru disalahartikan. Irfan diduga mencurigai istrinya memiliki hubungan khusus dengan Riski.

Baca Juga: Kabur ke Belakang Padang, Terduga Pelaku Penusukan di Bengkong Ditangkap

Kecurigaan itu kemudian memuncak pada malam kejadian. Riski diminta datang ke kos-kosan Irfan di Tanjung Buntung. Begitu korban masuk ke dalam kamar, pelaku diduga langsung mengunci pintu.

Irfan kemudian mempertanyakan keberadaan istrinya kepada korban. Saat Riski mengaku tidak mengetahuinya, emosi pelaku langsung meledak.

“Ini yang membuat pelaku naik pitam,” kata Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba, menjelaskan pemicu serangan terhadap korban.

Pelaku kemudian diduga mengambil pisau yang sebelumnya telah disiapkan dan menyerang Riski secara bertubi-tubi. Sekitar 10 tikaman mengenai tubuh korban.

Tidak berhenti di situ, korban juga diinjak ketika sudah dalam kondisi tidak berdaya. Serangan tersebut diduga dilakukan dengan niat menghabisi nyawa Riski.

Dalam kondisi kritis, Riski masih berusaha mencari jalan keluar. Korban melihat jendela kamar yang sedikit terbuka dan memanfaatkannya untuk menyelamatkan diri.

Riski kemudian melompat melalui jendela dan berlari keluar sambil meminta pertolongan warga. Melihat korban berhasil kabur, Irfan panik dan diduga takut menjadi sasaran amukan warga.

Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda CB merah milik korban yang masih terparkir di depan kos. Motor tersebut belakangan ditinggalkan di kawasan Ruli Baloi Kolam.

Irfan selanjutnya melanjutkan pelarian hingga ke wilayah Belakang Padang. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil menangkapnya pada Senin (7/9) pagi.

Kanitreskrim Polsek Bengkong Iptu Apriadi mengatakan, saat diamankan, Irfan masih siaga dan membawa sejumlah senjata tajam. Meski demikian, pelaku tidak melakukan perlawanan saat digerebek polisi.

Penyidik juga mendalami dugaan bahwa pelaku pernah melakukan kekerasan sebelumnya, termasuk terhadap istri dan anaknya.

“Pelaku memang sudah kerap melakukan aksi penikaman serupa sebelumnya. Ia bahkan pernah dipenjara karena kasus pencurian,” ujar Apriadi.

Riski sempat berada dalam kondisi kritis setelah menjadi sasaran serangan bertubi-tubi. Korban dilarikan ke rumah sakit dan sempat koma sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Saat ini, kondisi Riski mulai membaik dan masih menjalani masa pemulihan.

Sementara itu, penyidik masih mendalami motif dan rangkaian kejadian secara keseluruhan. Perkara ini juga menjadi perhatian karena Irfan disebut masih menyimpan dendam terhadap korban.

“Dia mengaku masih dendam dengan korban dan mengancam akan kembali membunuh korban dan istrinya jika bebas dari hukuman nanti,” kata Apriadi. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Tanjung Buntung penikaman Polsek Bengkong bengkong kekerasan