batampos – Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Batam mulai merangkak naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Komoditas cabai dan daging menjadi yang paling terasa mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Pantauan di Pasar Jodoh, harga cabai merah kini mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut dijual sekitar Rp 50 ribu per kilogram.
Untuk pembelian eceran, cabai merah dijual Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per seperempat kilogram.
Salah seorang pedagang, Lina, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir menjelang Ramadan.
“Permintaan meningkat, tapi stok masih aman karena pasokan dari luar daerah tetap masuk,” ujarnya, Rabu (18/2).
Selain cabai merah, cabai rawit merah dijual hingga Rp 80 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau masih di kisaran Rp 15 ribu per kilogram.
Harga bawang merah bervariasi antara Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah lokal sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
Untuk komoditas daging, daging sapi beku dijual Rp 115 ribu per kilogram. Sementara ayam potong segar berada di kisaran Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.
Pedagang daging, Andi, mengatakan permintaan mulai meningkat menjelang Ramadan.
“Permintaan naik, tapi stok masih aman karena distributor sudah mengantisipasi,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Fanindo, Batuaji. Harga cabai merah dijual Rp 18 ribu per seperempat kilogram, sedangkan daging sapi beku mencapai Rp 120 ribu per kilogram.
Salah seorang warga Batuaji, Siti, berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan.
“Kalau harga terus naik tentu memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman.
Ia menyebut stok beras saat ini mencapai 10.249 ton, lebih tinggi dari kebutuhan bulanan masyarakat yang sekitar 9.288 ton.
“Stok beras aman dan surplus. Kami terus memantau distribusi dan harga di pasaran,” katanya.
Meski demikian, pihaknya mengakui terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang