Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tekanan Ekonomi Negara Tetangga, Batam Jadi Destinasi Favorit Wisata Belanja

Muhammad Syaban • Minggu, 5 April 2026 | 19:00 WIB
Wisatawan dari negara tetangga saat belanja di Mega Mall Batam Center. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Wisatawan dari negara tetangga saat belanja di Mega Mall Batam Center. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Sektor perhotelan di Batam menunjukkan tren positif di awal 2026. Tingkat hunian hotel atau okupansi tercatat meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau, Teddy, mengatakan lonjakan tersebut terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026.

“Dalam tiga bulan terakhir, okupansi hotel mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Minggu (5/4).

Baca Juga: Ribuan Warga Kepri Terima Bantuan Pangan, Ansar Tekankan Konsumsi Bijak

Menurutnya, peningkatan ini didorong oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia yang datang secara individu untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Fenomena ini dipicu oleh tekanan ekonomi di negara asal, termasuk kenaikan harga bahan pokok dan energi.

Selain Malaysia, Singapura juga masih menjadi penyumbang utama wisatawan ke Batam dengan kontribusi lebih dari separuh total kunjungan.

Batam pun semakin dilirik sebagai alternatif destinasi karena harga kebutuhan yang relatif lebih terjangkau serta nilai tukar rupiah yang kompetitif.

“Kondisi ini membuat Batam menjadi pilihan untuk belanja kebutuhan, bukan sekadar berwisata,” jelas Teddy.

Baca Juga: Kebakaran di Lingga Timur, Gudang SMP Negeri 1 Desa Kerandin Ludes Dilalap Api

Ia menyebut, tren wisata belanja atau shopping tourism kini semakin menguat. Warga negara tetangga memanfaatkan selisih harga untuk membeli berbagai kebutuhan dengan biaya lebih hemat.

Selain itu, biaya transportasi menuju Batam dinilai masih lebih murah dibandingkan potensi penghematan yang diperoleh dari belanja.

Fenomena ini membuat Batam perlahan bertransformasi, tidak hanya sebagai destinasi liburan akhir pekan, tetapi juga sebagai pusat belanja kebutuhan rumah tangga bagi wisatawan regional.

Meski demikian, pelaku industri perhotelan tetap dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi okupansi. Berbagai strategi seperti promo harga dan paket menginap terus disiapkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Baca Juga: Diserbu Pemudik, Tiket Diskon Kapal PT PELNI Ludes Lebih Cepat

PHRI berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring stabilnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam. (*)

Editor : M Tahang
#PHRI Kepri #okupansi hotel Batam naik #wisman