Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kebocoran Air Batam Disorot, Praktik Ilegal Ganggu Distribusi ke Pelanggan

Putut Ariyotejo • Senin, 6 April 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi kebocoran air.
Ilustrasi kebocoran air.

 

batampos – Angka kebocoran air atau non-revenue water (NRW) di Batam kembali menjadi sorotan. Temuan saluran dan praktik pemakaian air ilegal di berbagai wilayah dinilai mengganggu kelancaran distribusi kepada pelanggan.

PT Air Batam Hilir (ABH) selaku operator distribusi menjelaskan, NRW terbagi menjadi dua kategori, yakni kehilangan fisik dan kehilangan komersial. Kehilangan fisik umumnya disebabkan kebocoran jaringan pipa, sedangkan kehilangan komersial meliputi konsumsi tidak resmi, ketidakakuratan pencatatan meter, hingga sambungan ilegal.

“Kehilangan air ini bukan disebabkan satu faktor, tetapi kombinasi aspek teknis dan praktik penggunaan di lapangan,” ujar Corcomm ABH, Ginda Alamsyah.

Saat ini, ABH mencatat angka NRW berada di kisaran 19 persen. Meski menurun dibanding sebelumnya, angka tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditekan agar distribusi air lebih optimal.

Di lapangan, berbagai pelanggaran masih ditemukan, mulai dari sambungan langsung ke pipa tanpa izin, penggunaan pompa untuk menarik air secara tidak wajar, hingga manipulasi meter seperti pemasangan magnet atau penggunaan alat ukur yang tidak sesuai.

Dampaknya langsung dirasakan pelanggan resmi. Tekanan air menurun, aliran tersendat, bahkan terhenti di sejumlah titik meskipun pasokan dari hulu mencukupi. Praktik ilegal tersebut juga berisiko merusak jaringan dan memicu kebocoran baru.

Sebagai langkah perbaikan, ABH bersama BP Batam membuka program legalisasi sambungan air selama 1–30 April dengan skema yang lebih ringan. Masyarakat diminta segera beralih ke sambungan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat yang masih menggunakan sambungan ilegal untuk segera melapor. Kami akan membantu proses penyambungan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Jika pelanggaran masih ditemukan setelah batas waktu, penindakan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. ABH juga meminta masyarakat aktif melapor melalui call center resmi di nomor 0778 5700 000.

Penurunan angka NRW menjadi kunci peningkatan layanan. Semakin kecil kebocoran, semakin besar peluang distribusi air yang merata dan berkelanjutan di Batam. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Kebocoran Air #abh