Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Ibu dan Bayi Meninggal di Kos, DP3AP2KB Tekankan Pentingnya Pelaporan

Rengga Yuliandra • Jumat, 10 April 2026 | 14:16 WIB
Polisi mengevakuasi jenazah wanita yang meninggal usai melahirkan di kos Perumahan Pendawa Asri, Batuaji, Selasa (7/4).
Polisi mengevakuasi jenazah wanita yang meninggal usai melahirkan di kos Perumahan Pendawa Asri, Batuaji, Selasa (7/4).

batampos – Warga Batuaji digegerkan dengan penemuan seorang perempuan bersama bayi laki-lakinya dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kamar kos di Perumahan Pendawa Asri, Selasa (7/4) dini hari.

Peristiwa tragis ini langsung mengundang perhatian warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad ibu dan bayi tersebut pertama kali ditemukan di dalam kamar dalam kondisi tidak bernyawa. Hingga kini, kronologi pasti kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Batam, Novi Harmasdyatuti, mengaku prihatin.

“Ya pasti prihatin, karena saya juga baru mengetahui informasi ini dari media,” ujarnya, Kamis (9/4).

Belum Ada Laporan Resmi

Novi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Karena itu, DP3AP2KB Kota Batam belum dapat memastikan apakah peristiwa ini berkaitan dengan unsur kekerasan terhadap perempuan atau anak.

Ia menegaskan, instansinya fokus pada penanganan korban kekerasan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

“Kalau dikaitkan dengan pergaulan bebas, itu bukan ranah kami. Kami lebih fokus pada penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Dugaan Kekerasan Masih Didalami

Menurut Novi, kemungkinan adanya unsur kekerasan, termasuk kekerasan seksual, masih harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

“Bisa saja diduga ada kekerasan seksual, tapi itu harus dipastikan dulu. Perlu pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Ia juga menyoroti masih banyak korban yang enggan melapor karena rasa takut dan stigma sosial.

“Sering kali korban merasa itu aib, sehingga memilih diam. Padahal hal itu bisa berdampak lebih buruk,” ungkapnya.

Edukasi dan Pendampingan Diperkuat

Sebagai langkah pencegahan, DP3AP2KB terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari sekolah, guru bimbingan konseling (BK), hingga kelompok masyarakat dan pengajian.

“Kami rutin turun ke sekolah, masyarakat, hingga pengajian untuk memberikan pemahaman terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Novi.

Ia menilai, meningkatnya laporan kasus saat ini justru menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik untuk melapor.

“Sekarang orang sudah lebih berani speak up. Jadi angka yang meningkat bukan berarti kasusnya bertambah, tapi kesadaran masyarakat yang meningkat,” tegasnya.

Novi memastikan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius, mulai dari pendampingan psikologis hingga proses hukum terhadap pelaku.

“Masyarakat tidak perlu takut. Jika melapor, kami pasti dampingi sampai tuntas,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui atau mengalami tindak kekerasan, agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. (*)

Editor : Jamil Qasim
#DP3AP2KB #Kasus Ibu dan Bayi Meninggal