Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Atasi Banjir di Sejumlah Titik di Kota Batam, Pembangunan Drainase Harus Terintegrasi

Yulitavia • Kamis, 16 Mei 2024 | 09:45 WIB
Pengendara menerobos genangan air di kawasan Nagoya, Lubukbaja, Rabu (15/5).
Pengendara menerobos genangan air di kawasan Nagoya, Lubukbaja, Rabu (15/5).

batampos - Hujan deras yang mengguyur kawasan Nagoya, Lubukbaja, Rabu (15/5) siang membuat sejumlah ruas jalan kebanjiran. Bahkan, air tergenang setinggi lutut orang dewasa.
Pantauan Batam Pos, ruas jalan yang banjir di antaranya Jalan Imam Bonjol atau di Simpang Martabak HAR Nagoya, Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, depan Rumah Sakit Harapan Bunda, dan di sekitar BCS Mall.

”Airnya sampai lutut. Banyak motor yang mogok,” ujar Rian, salah seorang pengendara motor di dekat Nagoya Hill.

Ia mengatakan, Simpang Martabak HAR Nagoya kerap kebanjiran. Hingga saat ini, tidak ada penanganan atau perbaikan di jalan tersebut. ”Kalau hujan deras, sudah pasti banjir,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Alpan, pengendara lainnya. Ia menilai banjir tersebut disebabkan drainase jalan yang tidak berfungsi.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Siti Nurlailah, menyampaikan secara teknis kebutuhan drainase di Batam makin tinggi. Di beberapa titik, banjir dilihat memang ada penyempitan aliran air, hingga tersumbat oleh tumpukan sampah.

”Untuk itu kami mendorong adanya Ranperda yang mengatur tentang drainase yang terintegrasi. Nanti akan diatur hal yang dianggap penting dalam pembangunan drainase,” kata dia usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Batam, Rabu (15/5).

Ia mengakui, pembangunan yang masif tidak akan berjalan dengan baik, tanpa ketersediaan sistem drainase yang baik. Saat ini Pemko Batam masih dihantui banjir atau genangan. Karakteristik daerah yang memiliki curah hujan tinggi menyebabkan banjir itu terjadi, karena aliran air tidak mampu menampung debit air.

”Ada wilayah yang bertahun-tahun hingga kini masih terus menghadapi banjir atau genangan itu, dan itu belum ada solusi sampai kini,” ungkap anggota Fraksi PKS ini.

Untuk mewujudkan Batam yang bebas banjir atau genangan ini, perlu langkah serius dan bersama. Untuk itu, perlu adanya perda soal drainase ini.

Titik- titik banjir juga terus ada dan belum berhasil dituntaskan. Tidak saja di Sagulung, bahkan di kawasan bisnis Nagoya jika sudah hujan, langsung terjadi genangan.

”Kalau selama ini drainase yang disebut sebabkan banjir, maka ayo kita benahi bersama. Kami akan konsentrasi kalau pembahasan soal banjir ini. Karena masih menjadi keluhan di masyarakat. Kota baru harusnya tidak banjir,” tambah Siti.

Ia menambahkan, master plan Batam ini harus diperbaharui sehingga kondisi yang terjadi saat ini bisa menjadi bahan evaluasi mulai dari sistem drainase dan lainnya.

”Drainase terintegrasi harus ada. Batam ini butuh penataan agar banjir bisa diminimalisir,” tutupnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#batam #banjir