Batampos - Komunitas Star To Be di bawah naungan Yayasan Cahaya Obor Berkat (COB) mengadakan silaturahmi dan buka puasa bersama 300 keluarga Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Batam. Acara ini diadakan di Vera Limardjo House of Mercy (VLHOM), Batamcenter, Sabtu (22/3/2025) lalu.
"Ini menjadi momen berharga bagi orang tua dan anak-anak kita yang istimewa. Dengan semangat kebersamaan seperti ini, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tapi juga menjadi wadah untuk berbagi inspirasi, kasih tak terbatas, dan juga motivasi," ujar Founder Star To Be Community, Linda Djafar di sela-sela acara.
Dalam sambutannya, Linda menyerukan kepada para orang tua yang dianugerahi anak-anak berkebutuhan khusus, supaya tetap kuat dalam menghadapi tantangan. "Apa pun yang terjadi, jangan menyerah. Kita semua serahkan kepada Tuhan," ujarnya.
Momen acara berbuka puasa ini terasa istimewa karena ada kisah cerita yang dibagikan kak Yuyut dan tim sukarelawan. Cerita ini melibatkan ABK yang hadir yang disambut sukacita seluruh tamu undangan.
Kebersamaan dan dukungan komunitas menjadi salah satu pesan penting dalam cerita yang dibagikan, dimana manusia tidak bisa berjalan sendiri. "Komunitas dan sahabat sangat diperlukan agar seseorang bisa semakin mantap dalam menjalani hidup. Yang lemah belum tentu tidak berguna, karena dia juga hebat di jalannya," ungkapan kak Yuyut ini menggema dalam acara, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki keistimewaannya sendiri dan manusia itu sendiri adalah mahluk sosial, apa pun keadaannya.
Ketua Yayasan COB, Simon Sutrisno yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan rasa harunya atas acara ini. "Anak-anak kita hebat. Kita orang tua harus jauh lebih hebat. Walaupun anak kita spesial dan khusus, kita mungkin belum melihat apa yang baik. Tapi suatu saat bintang itu akan muncul dari anak kita. Percayalah," ujarnya.
Simon juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas komunitas Star To Be yang menggagas acara ini sehingga terlaksana dengan sukses.
Sementara itu, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ari Astuti Sirait memberikan apresiasi kepada Yayasan Cahaya Obor Berkat, Star To Be, sukarelawan, dan seluruh tamu undangan yang terlibat dalam acara ini.
"Saya sangat mengapresiasi Yayasan COB atas perhatiannya mengadakan acara seperti sore hari ini. Ini sangat menginspirasi dan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan itu bukan ketika kita memiliki, tetapi ketika kita berbagi,"ungkapnya.
Ia juga membuka akses bagi para orang tua ABK yang membutuhkan pelayanan kesehatan di RS dengan memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi, bahkan menjanjikan mereka untuk bebas masuk ke taman wisata Taman Rusa jika diperlukan.
Acara ini menjadi pengingat bahwa anak-anak istimewa di Batam masih banyak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan orang tua ABK, Rana Kati. "Yang hadir ini sudah terlihat banyak. Tapi ini hanyalah sebagian kecil dari anak-anak istimewa yang ada di kota ini," ujarnya.
Kegiatan ini selain mengadakan buka puasa bersama, juga turut memberikan hampers lebaran kepada 130 ABK. Hampers itu sumbangan dari para investor dan juga tim volunteers Star To Be.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang peduli dan mau berbagi tanpa memandang agama, latar belakang, dan kesukuan serta golongannya, sehingga para anak istimewa dapat berkembang dan mencapai potensi terbaik mereka. Karena seperti tujuan utama komunitas Star To Be hadir, dimana setiap anak adalah bintang yang bersinar dengan caranya sendiri.
Acara ini dihadiri juga para tamu undangan lainnya seperti anggota DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty, Youtuber Batam Yunita dan suaminya, Aji Wibowo yang dikenal sebagai konten kreator Batamdine, dan juga tim sukarelawan Star To Be, tim dapur VLHOM, George Rudy, dan tamu undangan lainnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak