Pelaku gangung diri diketahui bernama Yufan Sugandi Fau (19), warga asal Nias Selatan, Sumatera Utara.
Pelaku ditemukan telah meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB oleh salah satu tetangganya di kos, Rostiah yang saat itu hendak berangkat kerja.
“Saat melewati kamar Fau, saksi melihat pelaku sudah dalam keadaan tergantung dengan tali di leher yang diikat pada ventilasi pintu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby, Jumat (7/11).
Usai melihat kejadian itu, Rostiah langsung memberitahukan kepada pemilik kos, Zuna Farida yang tinggal di kamar sebelah. Keduanya kemudian menghubungi teman pelaku, ketua RT setempat, dan pihak kepolisian untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan pemilik kos, korban terakhir kali berkomunikasi dengannya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB melalui pesan WhatsApp.
Saat itu, Zuna hanya menagih biaya sewa kamar, dan pesan tersebut sempat dibalas dengan baik oleh pelaku. Namun, tanpa diduga, sore harinya pelaku ditemukan tak bernyawa.
Sekitar pukul 17.30 WIB tim dari Polsek Batam Kota bersama unit Reskrim, Intelkam tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tak lama kemudian, ambulance Bhayangkara dan tim Inafis Polresta Barelang juga datang untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah,” kata dia
Hasil pemeriksaan sementara dari tim Inafis dan dokter forensik menyebutkan bahwa terdapat bekas jeratan tali pada leher pelaku, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuhnya.
“Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka jerat di bagian leher. Tidak ada tanda kekerasan lain. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri.
“Untuk memastikan penyebab pasti, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya
Baca Juga: Bersihkan Narkoba di Kampung Madani, Tim Gabungan Robohkan dua Rumah dan Amankan Puluhan Warga
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pelaku nekat mengakhiri hidupnya. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara pihak keluarga pelaku telah dihubungi untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Nias Selatan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus bunuh diri di Batam dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental (*)
Editor : Tunggul Manurung