batampos- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam sepenuhnya berpedoman pada regulasi yang berlaku, dengan memperhitungkan sejumlah indikator ekonomi makro yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dia menjelaskan, komponen utama dalam penetapan besaran UMK terdiri atas pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta indeks alpha sebagai variabel penyesuaian. Ketiga unsur tersebut menjadi dasar perhitungan yang bersifat objektif dan terukur.
“UMK itu prinsipnya sudah diatur dalam regulasi. Komponennya adalah pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi, kemudian dikalikan dengan indeks alpha,” kata dia, Senin (15/12).
Baca Juga: Pajangan Natal tak Sekadar Indah tapi Ini Makna Simbolis di Baliknya
Kinerja pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren yang sangat positif. Pada triwulan III tahun ini, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,89 persen, angka yang dinilai cukup signifikan dibandingkan rata-rata nasional.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Batam cukup tinggi. Mudah-mudahan sampai akhir tahun capaian ini bisa tembus seperti yang kami prediksi. Datanya nanti akan dipublikasikan sekitar Februari atau Maret,” kata Amsakar.
Sementara itu, dari sisi inflasi, dia menyebut, Batam berada dalam kondisi yang relatif terkendali dengan kecenderungan menurun. Kondisi ini menjadi faktor pendukung dalam proses penetapan UMK yang lebih rasional dan berkeadilan.
Dengan dua komponen utama tersebut telah memiliki data yang jelas, pembahasan UMK kemudian mengerucut pada indeks alpha. Indeks alpha kerap menjadi titik diskusi utama antara serikat pekerja dan kalangan pengusaha karena menyangkut kepentingan masing-masing pihak.
“Indeks alpha inilah yang menjadi bahan diskusi antara serikat pekerja dengan rekan-rekan pengusaha. Di sinilah peran pemerintah hadir,” ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam berperan sebagai fasilitator untuk mempertemukan dua kepentingan yang sering kali berseberangan. Pemerintah berupaya menjaga agar proses dialog tetap berjalan secara konstruktif dan kondusif.
Baca Juga: Ini Lima Jenis Hiasan dan Dekorasi yang Wajib Ditemui di Rumah Saat Natal Tiba
Ia mengatakan, rentang indeks alpha yang selama ini dibahas berada pada kisaran 0,3 hingga 0,8. Jika memungkinkan, pengambilan angka tengah dinilai sebagai bentuk kompromi yang adil bagi kedua belah pihak.
“Kalau bisa diambil angka tengah, saya kira itu kompromi yang baik,” kata Amsakar.
Ia juga mengapresiasi proses pembahasan UMK di Batam yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai berjalan relatif kondusif. Meski dinamika dan perbedaan pandangan kerap muncul, namun seluruh proses masih dapat dikelola dengan baik.
“Alhamdulillah, dalam beberapa kali pembahasan UMK di Batam memang ada eskalasi, tapi semuanya tetap kondusif,” kata dia. (*)
Editor : Tunggul Manurung