Lakalantas di Batam Naik 12 Persen Sepanjang 2025, Korban Meninggal Justru Turun
Yofie Yuhendri• Rabu, 31 Desember 2025 | 12:15 WIB
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono
Batampos - Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polresta Barelang mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, tercatat1.043 kasus kecelakaan, naik dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah917 kasus.
Kapolresta BarelangKombes Anggoro Wicaksonomengatakan, meski jumlah kecelakaan meningkat sekitar12 persen, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan.
“Korban meninggal dunia tahun ini sebanyak33 orang, sedangkan pada tahun 2024 mencapai78 orang,” ujar Anggoro saat rilis akhir tahun di Mapolresta Barelang, Selasa (30/12).
Selain korban meninggal, data kepolisian juga mencatat151 korban luka beratdan1.157 korban luka ringansepanjang 2025. Sementara pada tahun 2024, korban luka berat tercatat 181 orang dan luka ringan 979 orang.
Anggoro menegaskan, sebagai pejabat baru, pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam.
Selain kasus kecelakaan, jumlahpenindakan tilangjuga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, Polresta Barelang mencatat sebanyak3.688 tilang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah2.617 tilang.
“Jumlah tilang naik sekitar29 persen, sementara jumlah pelanggaran justru turun sekitar1 persen,” ungkap Anggoro.
Dalam upaya penegakan aturan lalu lintas, Polresta Barelang juga menindak penggunaanknalpot brong. Sepanjang tahun ini, sebanyak506 knalpot brongdisita dan dimusnahkan dengan cara digerinda.
“Knalpot tersebut tidak sesuai aturan dan menimbulkan polusi suara. Kami harap ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta BarelangKompol Afiditya Arief Wibowomenyebutkan, penindakan knalpot brong umumnya dilakukan melalui razia balap liar, terutama pada akhir pekan, serta melaluiElectronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Ia menambahkan, jumlah knalpot brong yang disita tahun ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai1.855 unit. “Kami berharap masyarakat semakin patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tutupnya. (*)