Nataru 2025–2026 Terkendali, BP Batam Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026
Arjuna• Jumat, 2 Januari 2026 | 14:09 WIB
SUASANA arus mudik Nataru 2025 di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (22/12/2025) lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Batampos - Pergerakan penumpang kapal laut selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah kerja BP Batam berlangsung relatif terkendali. Kondisi ini menjadi pijakan awal bagi BP Batam untuk mematangkan persiapan menghadapiAngkutan Lebaran 2026yang diperkirakan akan mencatat lonjakan penumpang jauh lebih besar.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam,Benny Syahroni, mengatakan dominasi penumpang rute internasional selama periode Nataru menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat.
"Jarak waktu Nataru yang berdekatan dengan Angkutan Lebaran 2026 memengaruhi keputusan masyarakat. Banyak yang memilih menunda mudik domestik dan melaksanakannya saat Lebaran," ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan data realisasi hinggaH1+5 atau per 30 Desember 2025, pergerakan penumpang rute internasional tercatat mencapai316.236 orang, meningkat22 persendibandingkan periode Nataru 2024. Lonjakan tertinggi terjadi pada penumpang berangkat yang tumbuh30 persen, sementara penumpang datang meningkat15 persen, terutama pada rute Singapura dan Malaysia.
Sementara itu, pergerakan penumpang rute domestik tercatat205.487 orang, atau meningkat6,7 persendibandingkan periode Nataru sebelumnya. Penumpang berangkat mencapai107.209 orangatau tumbuh5,3 persen, sedangkan penumpang datang tercatat98.278 orangatau naik8 persen.
Untuk menjaga kelancaran arus penumpang, BP Batam terus berkoordinasi dengan agen pelayaran guna menyiapkanpenambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional. Selain itu, BP Batam mengoperasikanPosko Angkutan Laut Natarudi seluruh terminal ferry sebagai pusat koordinasi lintas instansi.
Seluruh sistemCCTV pelabuhanjuga telah terintegrasi denganPusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kementerian Perhubunganuntuk memantau arus penumpang secara real time. (*)