batampos — Tumpukan sampah liar yang menggunung di sejumlah ruas jalan utama Kecamatan Batam Kota memicu keluhan warga. Selain merusak pemandangan kawasan pusat pemerintahan, sampah rumah tangga yang dibiarkan menumpuk menimbulkan bau menyengat dan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan.
Pantauan Batam Pos, Sabtu (17/1) sore, tumpukan sampah tampak berserakan di sepanjang Jalan Pemuda Baloi Permai. Sampah terlihat menggunung di depan vihara dari arah SMKN 12 Batam hingga beberapa titik lain di ruas jalan tersebut. Berbagai jenis sampah rumah tangga, mulai dari plastik hingga sisa makanan, bercampur tanpa penanganan cepat.
Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Engku Putri Utara, tepat di samping Mitra 10 Batam Center. Sampah dibiarkan menumpuk di bahu jalan, mengganggu pengguna jalan sekaligus merusak estetika kawasan.
Warga menduga tumpukan sampah berasal dari permukiman yang belum terjangkau layanan pengangkutan. Selain itu, keterlambatan armada pengangkut juga mendorong warga membuang sampah sembarangan.
Syamsiah, warga sekitar, mengaku pengangkutan sampah di lingkungannya kerap terlambat. “Kadang sampai dua minggu tidak diangkut. Tong sudah penuh dan bau, akhirnya warga cari alternatif buang sampah, ya terpaksa di pinggir jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak tempat pembuangan sementara (TPS) di sekitar simpang SMKN 12 ditutup, warga tidak lagi memiliki lokasi resmi untuk membuang sampah. Meski sudah dipasang pembatas dan papan larangan, sampah tetap bermunculan di tepi jalan.
Keluhan senada disampaikan Muliani, pedagang di sekitar Jalan Engku Putri Utara. Menurutnya, minimnya armada pengangkut dan ketiadaan TPS membuat warga kebingungan.
“Jarang ada mobil sampah masuk. Sampah menumpuk di rumah, akhirnya dibuang di pinggir jalan. Harusnya ada TPS sementara,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Batam Kota Dwiki Septiawan membenarkan tumpukan sampah di Jalan Pemuda Baloi Permai merupakan sampah liar. Ia menjelaskan sebelumnya memang terdapat bin kontainer di sekitar simpang Legenda Malaka, namun telah dipindahkan.
“Dulu ada bin kontainer, tapi sudah kami pindahkan karena wilayah Batam Kota pada prinsipnya sudah terlayani pengangkutan sampah dari perumahan resmi,” ujarnya.
Namun, Dwiki mengakui masih terdapat kawasan rumah liar di sekitar lokasi, seperti Kampung Air dan Kampung Nanas, yang belum sepenuhnya terlayani pengangkutan sampah akibat keterbatasan akses armada.
Baca Juga: Ungkap Kasus Narkotika di Apartemen, Dua Pengedar Sabu Diciduk Polisi
“Untuk perumahan resmi sudah terlayani. Yang belum itu kawasan rumah liar, karena armada tidak bisa masuk,” katanya.
Ia juga menjelaskan, TPS di pinggir jalan tidak lagi disediakan karena kerap dimanfaatkan warga dari luar Kecamatan Batam Kota, sehingga memicu penumpukan tidak terkendali.
“Bin itu sering dipakai buang sampah dari luar wilayah. Akhirnya menumpuk dan mengganggu,” jelasnya.
Meski demikian, Dwiki memastikan pihak kecamatan terus melakukan pembersihan rutin setiap hari sambil mengevaluasi pola penanganan sampah ke depan.
“Saat ini bin yang tersedia sekitar delapan sampai sembilan unit. Kita terus evaluasi agar penanganan sampah bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang