batampos – Belum genap sehari menjabat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mangalando Hasibuan langsung dihadapkan pada persoalan serius. Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur menjadi ujian awal kepemimpinan barunya.
Peristiwa kebakaran tersebut bahkan terjadi sehari sebelum Dohar resmi dilantik. Insiden ini menjadi semacam alarm dini atas besarnya persoalan pengelolaan sampah dan lingkungan yang kini berada di bawah tanggung jawabnya.
Hingga Jumat (6/2), api masih terpantau membara di salah satu titik tumpukan sampah TPA Punggur. Kondisi itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad pun bergerak cepat. Ia menginstruksikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam Hendriana Gustini untuk berkoordinasi intensif dengan DLH guna mempercepat penanganan kebakaran dan mencegah meluasnya titik api.
Usai pelantikan, Dohar menyampaikan dirinya belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait insiden tersebut. Ia menegaskan akan terlebih dahulu mempelajari kondisi lapangan sebelum menyampaikan keterangan resmi kepada publik.
“Ini baru dilantik, jadi kami akan mempelajari terlebih dahulu situasinya secara menyeluruh. Setelah itu, kami akan menyampaikan keterangan tertulis terkait penyebab kebakaran dan langkah penanganan yang dilakukan,” ujar Dohar.
Lebih lanjut, Dohar menegaskan persoalan sampah dan limbah di Batam tidak bisa ditangani oleh pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaan sampah di Kota Batam bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Kebakaran di TPA Punggur menjadi ujian awal bagi kepemimpinan baru DLH Batam, sekaligus pengingat bahwa persoalan sampah dan limbah masih menjadi pekerjaan mendesak yang menuntut langkah cepat dan nyata. (*)
Editor : M Tahang