batampos - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Kawasan Nagoya, Lubuk Baka, Kota Batam, pada Senin (16/2) sore.
Putra sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, mengapresiasi kepemimpinan daerah sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
AHY mengaku berbahagia bisa merayakan Imlek bersama masyarakat Batam dan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan.
“Terima kasih atas sambutan yang hangat, bersahabat, dan luar biasa,” ujarnya.
Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota dan juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra atas capaian satu tahun kepemimpinan mereka.
“Kita mengapresiasi capaian satu tahun kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia. Ini baru awal, masih ada empat tahun lagi untuk terus kita kawal pembangunan Kota Batam ini,” kata dia.
AHY menyoroti Batam sebagai kota multikultural dan melting pot berbagai identitas suku, agama, ras, dan budaya. Ia menyebut Batam sebagai miniatur Indonesia yang merepresentasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Di sini ada Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, dan semuanya hidup dalam harmoni, rukun, dan toleran,” ujarnya.
Menurut AHY, kebersamaan dan persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia yang tidak dimiliki semua negara di dunia.
“Tidak semua bangsa punya unity in diversity. Berbeda tetapi tetap satu,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Imlek bukan hanya perayaan pergantian tahun, tetapi juga penguatan semangat persatuan menuju Indonesia Emas.
Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menegaskan komitmennya mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur harus meningkatkan konektivitas antarwilayah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Ia menekankan peran strategis Batam sebagai kawasan ekonomi khusus dengan status free trade zone. Menurutnya, Batam sejak awal didesain sebagai gerbang ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
AHY juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif. “Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih penting selain pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Semua harus merasakan kesejahteraan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, AHY turut mengapresiasi kontribusi komunitas Tionghoa, khususnya para pelaku usaha dan industri, yang dinilainya berperan besar dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian.
“Generasi muda butuh pekerjaan, butuh penghasilan, dan daya beli yang kuat. Peran dunia usaha sangat penting,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
AHY berharap Tahun Baru Imlek membawa semangat baru untuk transformasi menuju bangsa yang lebih baik.
“Saya berharap tahun ini membawa energi, kekuatan, dan keberanian untuk terus melakukan transformasi, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat dan negara,” ujarnya.
Ia pun mengakhiri dengan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat kota Batam “Gong Xi Fa Cai,” tutupnya