Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tarif Ekspor Nol Persen ke AS, BP Batam: Momentum Transformasi Industri

Jamil Qasim • Senin, 23 Februari 2026 | 12:00 WIB

Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi mendorong kinerja industri di Kota Batam. Sejumlah sektor unggulan seperti elektronik, semikonduktor, komponen pesawat terbang, dan tekstil diperkirakan mendapat manfaat langsung dari kebijakan tersebut.

Sebanyak 1.819 pos tarif produk strategis Indonesia berpeluang memperoleh tarif ekspor 0 persen ke pasar AS. Produk tersebut meliputi minyak sawit, rempah-rempah, kopi, kakao, karet, komponen elektronik dan semikonduktor, komponen pesawat terbang, serta tekstil dan apparel melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kesepakatan tersebut bukan sekadar penurunan tarif, melainkan momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri Batam menuju manufaktur berteknologi tinggi.

“Perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat bukan hanya kesepakatan tarif, tetapi momentum strategis untuk mempercepat transformasi Batam sebagai simpul manufaktur berteknologi tinggi di kawasan,” ujarnya, Minggu (22/2).

Menurut Fary, sektor unggulan Batam kini memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar AS. Kondisi ini membuka peluang peningkatan volume ekspor dan kapasitas produksi perusahaan yang telah beroperasi di kawasan industri.

Ia menambahkan, peluang tersebut juga diharapkan menarik investasi baru, khususnya di sektor elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Dengan dukungan infrastruktur kawasan industri dan insentif yang kompetitif, Batam dinilai siap menangkap peluang pasar global.

Fary menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci agar manfaat perjanjian dagang tersebut dapat dirasakan optimal oleh industri di Batam.

“Dengan koordinasi yang kuat, Batam bisa memperluas ekspor sekaligus mempercepat transformasi industri menuju sektor berteknologi tinggi,” pungkasnya.

Baca berita selengkapnya di harian.batampos.co.id 

Editor : Jamil Qasim