Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Skema Baru Pengelolaan Air Dinilai Pengaruhi Layanan di Batam

Jamil Qasim • Senin, 2 Maret 2026 | 14:30 WIB

Pemasangan pipa air bersih di Simpang Baloi, Lubukbaja, beberapa waktu lalu. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pemasangan pipa air bersih di Simpang Baloi, Lubukbaja, beberapa waktu lalu. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos - Krisis air bersih yang melanda Batam dalam setahun terakhir belum sepenuhnya teratasi. Selain mengganggu aktivitas harian warga, persoalan ini berpotensi mencoreng reputasi Batam sebagai kawasan tujuan investasi.

Air bersih menjadi salah satu prasyarat utama bagi investor, selain ketersediaan lahan dan pasokan listrik. Ketidakstabilan distribusi air dinilai dapat memengaruhi kepercayaan pelaku usaha untuk menanamkan modal di daerah tersebut.

Perubahan operator distribusi air pada 2022 lalu juga menjadi sorotan. Setelah 25 tahun bermitra dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) melalui skema konsesi, pengelolaan air kini ditangani PT Air Batam Hilir dan Hulu (ABH) dengan pola kerja sama yang berbeda bersama BP Batam.

Pada masa konsesi, ATB memiliki kewenangan penuh dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan air baku, distribusi, pembangunan dan perawatan jaringan, hingga pelayanan pelanggan.

Namun setelah berakhirnya masa konsesi, PT ABH hanya berperan sebagai operator distribusi. Sementara pembangunan jaringan baru, penyediaan infrastruktur, serta pembiayaannya menjadi tanggung jawab BP Batam.

Perubahan skema tersebut dinilai turut memengaruhi efektivitas pengelolaan dan distribusi air bersih di Batam saat ini.

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

Editor : Jamil Qasim