batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Tahun 2026 untuk menyusun arah pembangunan daerah tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Mercure, Batam Center, Kamis (5/3).
Musrenbang dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan Musrenbang RKPD merupakan ruang dialog antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan.
“Musrenbang ini bukan sekadar tahapan formal dalam proses perencanaan, tetapi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar prioritas pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Amsakar.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah membuka ruang bagi berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan sebagai bahan penyempurnaan rancangan akhir RKPD Kota Batam 2027.
“Dengan demikian, dokumen perencanaan yang disusun tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga implementatif, tepat sasaran, realistis, dan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Amsakar menjelaskan, secara geografis Batam memiliki posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 1.020,28 kilometer persegi yang mencakup 454 pulau.
Secara administratif, Batam terdiri atas 12 kecamatan dan 64 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 1,29 juta jiwa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas wilayah, serta penyediaan layanan publik.
Dalam penyusunan RKPD 2027, Pemko Batam juga menyelaraskan arah pembangunan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang menitikberatkan pada penguatan ideologi Pancasila, kemandirian pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi industri, pengentasan kemiskinan, reformasi birokrasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Visi pembangunan Batam diarahkan untuk mewujudkan kota madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, sekaligus sebagai pusat investasi dan pariwisata. Visi tersebut dijabarkan melalui lima misi utama, di antaranya peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemerataan pembangunan, tata kelola pemerintahan yang baik, penguatan investasi dan pariwisata, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia.
Amsakar juga memaparkan perkembangan ekonomi Batam dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,76 persen pada 2025, melampaui target sebesar 6,28 persen.
Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi sempat berada di angka 5,41 persen akibat belanja pemerintah yang belum optimal pada awal tahun. Selain itu, terdapat tujuh agenda investasi BP Batam yang tertunda serta moratorium pembangunan yang turut menekan laju pertumbuhan ekonomi.
Namun, kinerja ekonomi mulai membaik pada triwulan berikutnya. Pada triwulan kedua dan ketiga, pertumbuhan ekonomi meningkat hingga sekitar 6,89 persen. Sementara pada triwulan keempat, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai sekitar 7,49 persen.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya serta melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional. (*)
Editor : Jamil Qasim