batampos – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan menanggung santunan, asuransi, serta seluruh biaya pemakaman para kru kapal yang menjadi korban dalam insiden tenggelamnya di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjunguncang, Batam, Jumat (6/3).
Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, mengatakan perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat lima orang kru di atas kapal tug boat yang sedang melakukan asist atau membantu manuver kapal lain di perairan dekat jetty galangan kapal PT ASL.
Fatur menegaskan para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai perusahaan penyedia awak kapal. Dengan demikian, hubungan kerja para kru tidak berada di bawah manajemen PT ASL.
“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal tug boat terdorong ombak dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali penarik, sementara beberapa lainnya masih berada di dalam kapal.
“Kondisi arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri ketika kapal mulai terbalik,” jelas Fatur.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh kru telah bekerja sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku.
Fatur juga menyebut pihak perusahaan telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan proses pemakaman dilakukan sesuai kesepakatan keluarga.
“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka telah menerima penjelasan dari perusahaan,” katanya.
Sebelumnya, tug boat yang tengah membantu menarik kapal tanker Kyparissia terbalik di perairan PT ASL Tanjunguncang sekitar pukul 14.30 WIB.
Kantor Pencarian dan Pertolongan menerima laporan kejadian tersebut beberapa jam kemudian dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian.
Dari lima kru yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief engineer, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).
Satu kru lainnya, M. Habib Ansyari, berhasil selamat. Sementara Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Tim pencarian terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam. (*)
Editor : M Tahang