Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Air Sempat Keruh, Tim ABH Turun ke Taman Laguna Indah

Jamil Qasim • Selasa, 17 Maret 2026 | 09:30 WIB

Keluhan pelanggan berhasil diatasi tim ABH. Nampak pada gambar air yang dikeluhkan dan setelah diberesi tim ABH.
Keluhan pelanggan berhasil diatasi tim ABH. Nampak pada gambar air yang dikeluhkan dan setelah diberesi tim ABH.

batampos – Keluhan mengenai kualitas air bersih muncul dari warga Perumahan Taman Laguna Indah pada Senin (16/3) pagi. Air yang mengalir ke rumah pelanggan dilaporkan dalam kondisi keruh sejak sekitar pukul 05.00 hingga 07.30 WIB.

Seorang pelanggan yang tinggal di Blok F menyampaikan laporan tersebut kepada petugas layanan pelanggan. Dalam pesannya, warga meminta agar keluhan itu segera diteruskan kepada petugas teknis karena air yang mengalir dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Respons Cepat ABH langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan jaringan distribusi. Tim melakukan pengecekan pada sambungan pipa di area perumahan serta melakukan penanganan teknis ringan pada jaringan yang diduga menjadi penyebab gangguan kualitas air.

Petugas lapangan menjelaskan, kondisi air keruh umumnya terjadi akibat endapan sedimen yang terbawa aliran ketika tekanan air di jaringan berubah. Hal ini biasanya terjadi setelah proses distribusi kembali normal atau setelah pembukaan katup jaringan.

“Dalam kondisi tertentu, perubahan tekanan dapat mengangkat endapan di dalam pipa distribusi sehingga air yang keluar sementara terlihat keruh. Biasanya setelah dilakukan flushing atau penyesuaian aliran, kondisi air kembali normal,” ujar salah satu petugas teknis di lokasi.

Setelah dilakukan pengecekan dan penanganan, aliran air di kawasan tersebut dilaporkan kembali jernih dan dapat digunakan seperti biasa oleh pelanggan.

Pihak pengelola juga mengimbau pelanggan agar segera melaporkan jika menemukan perubahan warna, bau, maupun tekanan air, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (*)

Editor : Jamil Qasim