batampos – Sejumlah calon penumpang di Batam mengaku kesulitan mendapatkan tiket kapal roro resmi menjelang arus mudik Lebaran. Kendala sistem pemesanan daring hingga dugaan praktik percaloan menjadi keluhan utama.
Pantauan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, ratusan warga terlihat antre untuk membeli tiket langsung di lokasi setelah gagal memesan melalui aplikasi Ferizy.
Trias, warga Batamcenter, mengaku sudah berhari-hari mencoba membeli tiket secara online, namun tidak berhasil karena sistem kerap tidak bisa diakses saat memilih jadwal.
“Sudah coba pilih jadwal, tapi tidak bisa. Mau pilih jam juga tidak bisa, akhirnya tidak jadi beli tiket,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain kendala teknis, kuota tiket yang cepat habis juga menjadi persoalan. Banyak jadwal langsung penuh begitu dibuka.
“Pas dicoba, sudah penuh semua,” katanya.
Akibatnya, Trias terancam batal mudik, meski seluruh persiapan telah dilakukan, termasuk untuk menjenguk keluarga yang sedang sakit di kampung halaman.
Keluhan serupa disampaikan Resti. Ia bahkan mengaku sempat ditawari tiket oleh calo dengan harga hingga Rp700 ribu, namun mengurungkan niat karena tidak jelas keabsahannya.
“Saya sempat mau ambil, tapi tiketnya tidak jelas. Jadi saya batalkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi mudik tahun ini lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai sistem yang ada belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Tahun lalu tidak seperti ini. Sekarang lebih kacau, katanya mempermudah tapi kenyataannya tidak,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari calo karena berisiko penipuan.
“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket melalui jalur resmi,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat bersabar dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, baik melalui aplikasi maupun pembelian langsung di pelabuhan. ASDP, kata dia, telah menyiapkan petugas untuk membantu calon penumpang yang mengalami kendala. (*)
Editor : Jamil Qasim