batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen sayur kangkung dan penebaran benih ikan lele yang digelar awal pekan ini.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata di sektor produktif.
Kegiatan yang berlangsung di area brandgang Lapas Batam itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto. Turut hadir pejabat struktural, staf pelaksana, serta warga binaan yang terlibat aktif dalam program perkebunan dan perikanan.
Dalam panen kali ini, Lapas Batam menghasilkan sebanyak 240 kilogram sayur kangkung. Selain itu, sebagai upaya berkelanjutan, dilakukan penebaran 6.000 ekor benih ikan lele guna mendukung pengembangan sektor perikanan di lingkungan lapas.
Yosafat Rizanto menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Batam dalam mendukung program nasional, khususnya Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil panen kangkung akan didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah menjadi bahan makanan. Hasil olahan tersebut nantinya kembali dimanfaatkan untuk konsumsi warga binaan, sehingga menciptakan siklus produktif yang berkelanjutan.
Program ini juga menjadi bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan di lingkungan lapas. Dengan pendekatan berbasis kerja, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan.
Ke depan, Lapas Batam berkomitmen terus melakukan evaluasi dan pengembangan program di sektor pertanian dan perikanan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperluas manfaat program, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung ketahanan pangan secara lebih luas. (*)
Editor : Jamil Qasim