Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pungli Imigrasi Mencuat, Pemko Batam Ingatkan: Wisatawan Itu Tamu Kita

Muhammad Syaban • Selasa, 31 Maret 2026 | 09:15 WIB

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. F. M. Sya'ban/Batam Pos
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. F. M. Sya'ban/Batam Pos

batampos – Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas imigrasi terhadap warga negara asing asal Singapura memicu perhatian luas, termasuk dari Pemerintah Kota Batam.

Pemko Batam menegaskan pentingnya menjaga citra daerah, terutama di sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kasus yang terjadi pada 13 Maret 2026 tersebut dari berbagai pemberitaan dan media sosial.

“Kita harus menjaga kewibawaan, keamanan, dan ketertiban. Karena wisatawan adalah tamu-tamu kita,” ujarnya, Senin (30/3).

Meski belum berdampak pada pembatalan kunjungan wisatawan, Ardi menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia mengingatkan, satu oknum dapat merusak kepercayaan terhadap destinasi.

Menurutnya, sektor pariwisata Batam memiliki keterkaitan erat dengan investasi, kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), serta perputaran ekonomi lokal.

Karena itu, seluruh layanan di pintu masuk negara harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tanpa penyimpangan.

“Semua petugas bekerja berdasarkan aturan. Termasuk perlakuan terhadap wisatawan asing, itu ada ketentuannya,” tegasnya.

Ardi juga menyebut pihak imigrasi telah melakukan langkah cepat melalui klarifikasi dan penelusuran internal. Dugaan keterlibatan oknum kini diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Ini oknum, bukan sistem atau regulasi,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan potensi dampak jangka panjang berupa persepsi negatif dari luar negeri, yang bisa memengaruhi minat kunjungan wisatawan.

“Kalau sudah muncul rasa takut atau enggan datang, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Pemko Batam belum menerima laporan pembatalan kunjungan dari agen perjalanan. Komunikasi dengan pelaku industri pariwisata terus dilakukan untuk memantau perkembangan.

“Belum ada yang cancel sampai sekarang,” katanya.

Ardi menegaskan Batam tetap memiliki daya tarik kuat, mulai dari wisata belanja, kuliner, sport tourism, hingga wisata religi dan minat khusus.

“Batam ini hidup dari kunjungan. Itu yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Pemko Batam berharap penanganan kasus dilakukan secara cepat dan transparan agar tidak meluas. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga citra daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak dalam ekosistem pariwisata.

“Yang penting sekarang penanganannya. Kita jaga bersama supaya Batam tetap aman, nyaman, dan dipercaya,” tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#pungli #imigrasi batam #pemko batam