Batampos - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serta memberlakukan peraturan baru atas garis pantai mereka di Teluk dan Selat Hormuz. Kebijakan itu atas arahan langsung Pemimpin Tertinggi negara itu, Mojtaba Khamenei.
Angkatan Laut IRGC mengatakan, Iran mengendalikan sekitar 1.243 mil atau hampir 2.000 kilometer garis pantai mereka yang membentang di Teluk melewati kawasan Selat Hormuz.
"Pengendalian itu akan menjadikan Selat Hormuz sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran, serta menjadi sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan itu," demikian dilansir dari Press TV, Jumat (1/5/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Viral, Dua WNA Jatuh Di Bandara International KLIA Malaysia
Sementara itu, ketegangan terkait Selat Hormuz masih terus meningkat, karena Teheran membatasi lalu lintas di jalur air strategis tersebut sebagai tindakan balasan terhadap serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan jangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak