Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pentagon Pamer Anjing Robot dan Laser Tempur

Antara • Jumat, 8 Mei 2026 | 13:03 WIB
Seekor anjing robot yang membawa peralatan untuk pemetaan 3D di dalam ruangan, kapal, atau gua sedang dipamerkan pada hari Lab di Pentagon, 6 Mei 2026.
Seekor anjing robot yang membawa peralatan untuk pemetaan 3D di dalam ruangan, kapal, atau gua sedang dipamerkan pada hari Lab di Pentagon, 6 Mei 2026.

(sijori.id) - Laboratorium riset militer Amerika Serikat memamerkan sejumlah teknologi pertahanan terbaru dalam ajang Pentagon Lab Day 2026, Rabu (7/5). Salah satu yang paling menyita perhatian ialah anjing robot berteknologi pemetaan 3D dan sistem laser canggih untuk meningkatkan efektivitas senjata energi terarah.

Ajang tahunan tersebut mempertemukan ilmuwan, insinyur, dan peneliti dari berbagai lembaga riset militer Amerika Serikat, termasuk Air Force Research Laboratory, Naval Research Laboratory, dan Army Research Office.

Dalam keterangannya, Pentagon menyebut sejumlah inovasi yang dipamerkan mencakup teknologi biologis, robotika, hingga sistem optik militer mutakhir.

“Beberapa teknologi yang ditampilkan antara lain bakteri yang dapat membuat beton, laser yang dapat dibelokkan untuk meningkatkan daya hancur senjata energi jarak jauh, serta anjing robot dengan teknologi pemetaan 3D,” demikian pernyataan Pentagon.

Anjing robot tersebut dirancang untuk membantu operasi militer di area berisiko tinggi. Sistemnya mampu memetakan bagian dalam fasilitas secara tiga dimensi dan mengirimkan data secara real time guna meningkatkan kesadaran situasional pasukan di lapangan.

Selain dapat bergerak secara otonom mengikuti operator tanpa kendali manual, robot itu juga mampu memberikan anotasi terhadap objek yang terdeteksi melalui sensor visualnya.

Teknologi robotika semacam ini dinilai semakin penting dalam operasi modern karena dapat mengurangi risiko personel memasuki wilayah berbahaya, termasuk gedung tertutup atau area dengan ancaman bahan berbahaya.

Sementara itu, laboratorium riset Angkatan Laut Amerika Serikat mendemonstrasikan sistem optik adaptif yang memungkinkan sinar laser tetap fokus pada target jarak jauh meski dipengaruhi turbulensi udara.

Secara teknis, turbulensi atmosfer selama ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan senjata energi terarah karena dapat mengurangi akurasi dan intensitas daya laser pada sasaran. Teknologi optik baru tersebut diklaim mampu mempertahankan stabilitas pancaran energi sehingga meningkatkan efektivitas sistem pertahanan berbasis laser.

Selain robot dan laser, Pentagon juga menampilkan inovasi biologis berupa bakteri yang diawetkan dalam bentuk bubuk. Setelah dicampur dan disemprotkan ke permukaan tertentu, material itu dapat mengeras sehingga mampu dilalui kendaraan militer.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Dua Warga Singapura Jalani Isolasi Ketat

Peneliti dari laboratorium riset Angkatan Udara AS menjelaskan teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk membangun jalur darurat atau memperkuat medan operasi dalam waktu singkat.

Pentagon menyebut Pentagon Lab Day pertama kali digelar pada 2015 dan kini menjadi agenda rutin untuk memperlihatkan perkembangan terbaru dalam teknologi pertahanan Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan pengembangan teknologi militer global semakin meningkat, terutama pada sektor kecerdasan buatan, sistem otonom, hingga senjata energi terarah yang dinilai akan memainkan peran besar dalam strategi perang modern. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#anjing robot #teknologi militer AS #laser senjata energi #Pentagon Lab Day #pentagon