Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Diam-Diam Ikut Serang Iran, UEA Disebut Jadi Target Balasan Ribuan Rudal dan Drone

Antara • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi UEA diam-diam disebut serang Iran. (ArmenPress)
Ilustrasi UEA diam-diam disebut serang Iran. (ArmenPress)

batampos – Uni Emirat Arab dilaporkan diam-diam melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Teheran. Laporan tersebut diungkap The Wall Street Journal pada Senin (11/5).

Salah satu sasaran serangan disebut berada di sebuah kilang minyak di Pulau Lavan. Menurut sumber anonim yang mengetahui persoalan tersebut, fasilitas itu dihantam pada awal April, bertepatan saat Presiden AS Donald Trump disebut hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Serangan itu memicu kebakaran besar dan menyebabkan kilang berhenti beroperasi.

Iran kemudian disebut membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah UEA serta Kuwait. Salah satu sumber menyebut AS secara diam-diam menyambut keterlibatan Emirat dalam konflik tersebut.

Masih menurut laporan yang sama, Iran disebut lebih banyak menargetkan UEA dibanding negara lain, termasuk Israel, dengan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke negara Teluk itu.

Gelombang serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan ekonomi signifikan di UEA, termasuk pemutusan hubungan kerja dan cuti sementara bagi para pekerja.

Selain dampak ekonomi, serangan itu juga disebut mengubah pandangan strategis Abu Dhabi. Pemerintah UEA kini memandang Iran sebagai aktor yang berupaya merusak model ekonomi dan sosial negara tersebut yang bertumpu pada tenaga kerja ekspatriat, keamanan, dan stabilitas.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan komentar langsung terkait laporan serangan tersebut. Namun, kementerian merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan Abu Dhabi memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan.

Analis Timur Tengah, Dina Esfandiary, menilai perkembangan ini penting karena menandai keterlibatan langsung negara Arab Teluk dalam perang melawan Iran.

“Ini signifikan karena ada negara Arab Teluk yang menjadi pihak dalam perang dan menyerang Iran secara langsung. Iran kini kemungkinan akan berupaya memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lain yang sedang mencoba menengahi akhir perang,” ujarnya kepada media tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
#UEA #iran