Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Inggris Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Selat Hormuz, Misi Pengamanan Global Diperkuat

Juliana Belence • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:15 WIB
Inggris kirim jet tempur dan kapal perang ke Selat Hormuz. (x.com/usmanhaider1193)
Inggris kirim jet tempur dan kapal perang ke Selat Hormuz. (x.com/usmanhaider1193)

batampos - Inggris mengumumkan pengerahan jet tempur, kapal perang, dan sistem drone ke kawasan Selat Hormuz sebagai bagian dari misi keamanan multinasional.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran internasional yang dinilai semakin rentan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

"Inggris akan mengirim jet tempur Typhoon, kapal penghancur HMS Dragon, serta sistem drone pencari ranjau laut sebagai bagian dari operasi defensif internasional," ujar Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, dikutip dari The Times, Rabu (13/5).

Misi tersebut bertujuan menjaga kebebasan navigasi dan mengamankan kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Inggris juga mengalokasikan dana baru sebesar 115 juta poundsterling untuk pengadaan drone pemburu ranjau dan sistem anti-drone.

Paket mencakup kapal drone berkecepatan tinggi dan sistem otonom untuk mendeteksi serta membersihkan ranjau laut. Kapal perang HMS Dragon, kapal penghancur Type 45 milik Angkatan Laut Inggris disebut sudah dalam perjalanan menuju Timur Tengah. 

Baca Juga: AS-China Satu Sikap Soal Selat Hormuz, Jalur Internasional Tak Boleh Dipungut Tol

Kapal ini merupakan destroyer canggih yang dilengkapi sistem pertahanan udara Sea Viper yang mampu menangkal ancaman rudal maupun drone. 

Inggris menyatakan lebih dari 1.000 personel militernya telah berada di kawasan tersebut untuk mendukung operasi pertahanan dan patroli udara.

Misi melibatkan 40 negara yang dipimpin  secara kolektif oleh Inggris dan Prancis serta dirancang untuk membuka kembali jalur pelayaran penting yang selama ini terganggu akibat konflik regional. 

Fokus utama operasi adalah membuka kembali dan mengamankan Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa operasi ini akan diaktifkan ketika kondisi memungkinkan, terutama setelah situasi keamanan di kawasan mulai stabil.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah konflik melibatkan Iran memicu gangguan pelayaran dan lonjakan harga energi dunia. Sejumlah perusahaan pelayaran internasional disebut mulai khawatir terhadap keamanan kapal komersial yang melintas di kawasan Teluk.(*)

Editor : Juliana Belence
#jet tempur #kapal perang #sistem drone #selat hormuz #inggris