Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gencatan Senjata 60 Hari AS Iran Masuk Tahap Final, Tunggu Keputusan Trump

Juliana Belence • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:16 WIB
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan gencatan senjata 60 hari. (x.com/TheSaviour)
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan gencatan senjata 60 hari. (x.com/TheSaviour)

batampos - Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah kembali muncul setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menunggu kesepakatan draft gencatan senjata sementara selama 60 hari. 

Kesepakatan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya diplomatik baru yang melibatkan pembahasan program nuklir Iran hingga keamanan jalur energi internasional di Selat Hormuz.

Namun, sejumlah pejabat menyebut perjanjian masih membutuhkan persetujuan akhir dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan otoritas tertinggi Iran.

Memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman itu disusun setelah negosiasi intensif antara delegasi kedua negara dalam beberapa hari terakhir. 

Salah satu poin utama dalam draft tersebut adalah pembukaan penuh jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa gangguan, termasuk kewajiban Iran membersihkan ranjau laut dalam waktu 30 hari. 

Baca Juga: Macron Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis Prancis-Indonesia

Amerika Serikat dikabarkan siap membuka pembahasan mengenai pelonggaran sanksi ekonomi dan pencairan aset Iran yang dibekukan. Fokus utama selama masa gencatan senjata adalah pembicaraan mengenai stok uranium Iran yang diperkaya tingkat tinggi.

Amerika ingin memastikan program nuklir Teheran dapat dikendalikan melalui mekanisme diplomatik. Iran tetap menegaskan program nuklirnya bertujuan damai dan bukan untuk pengembangan senjata nuklir.

Situasi di lapangan disebut masih sangat rapuh. Kedua pihak masih dilaporkan saling melancarkan serangan terbatas di sekitar kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

"Belum tercapai sepenuhnya," ujar Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5).

Kelompok konservatif Partai Republik disebut khawatir perjanjian terlalu menguntungkan Iran dan menyerupai kesepakatan nuklir era Barack Obama yang sebelumnya banyak dikritik kubu Republik. 

Pemerintahan Trump menghadapi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga energi global dan gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz.

Kabar mengenai potensi damai memengaruhi pasar global yang dilaporkan harga minyak dunia turun setelah investor melihat peluang meredanya konflik di Timur Tengah. 

Belum ada pengumuman resmi bahwa kesepakatan benar - benar berlaku efektif. Pemerintah Iran dilaporkan masih berhati - hati dalam memberikan pernyataan publik.(*)

 

Editor : Juliana Belence
#gencatan senjata #amerika serikat #donald trump #iran #kesepakatan