batampos – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak akan memberikan respons berlebihan apabila Iran memutuskan menghentikan sementara pembicaraan damai tidak langsung dengan Washington.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Senin (1/6), Trump mengatakan bahwa terlalu banyak pernyataan telah disampaikan selama proses negosiasi dan menilai sikap diam justru lebih tepat dalam situasi saat ini.
“Saya pikir kita sudah terlalu banyak berbicara. Jika Anda ingin tahu yang sebenarnya, saya pikir diam akan sangat baik,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa terhentinya proses diplomasi tidak serta-merta berarti konflik akan kembali meningkat dalam waktu dekat. Namun, ia memastikan kebijakan tekanan ekonomi terhadap Iran tetap dijalankan, termasuk blokade yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Menurut Trump, Washington tidak keberatan jika Teheran memilih menunda pembicaraan dalam waktu yang lama. Ia menilai Iran justru akan mengalami dampak yang lebih besar akibat tekanan ekonomi yang sedang berlangsung.
“Kami akan membiarkan mereka menunggu selama yang mereka inginkan,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Iran menghentikan pembicaraan damai melalui jalur mediator sebagai bentuk protes terhadap serangan yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon.
Langkah Iran tersebut menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomasi yang selama ini dilakukan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, belum ada kepastian kapan proses perundingan antara Washington dan Teheran akan kembali dilanjutkan.
Sementara itu, pemerintah AS tetap mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Iran sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari jalur diplomatik yang sedang berlangsung. (*)
Editor : Jamil Qasim