Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Unitree Lolos Ujian IPO Shanghai, Persaingan Robot Humanoid Global Kian Memanas

jpg • Rabu, 3 Juni 2026 | 11:31 WIB
Kumpulan unit robot humanoid Unitree yang menjadi bagian dari gelombang baru pengembangan kecerdasan buatan fisik di Tiongkok / Foto: SCMP - Image
Kumpulan unit robot humanoid Unitree yang menjadi bagian dari gelombang baru pengembangan kecerdasan buatan fisik di Tiongkok / Foto: SCMP - Image

batampos – Unitree Robotics semakin dekat menuju pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Shanghai setelah berhasil melewati salah satu tahapan terpenting dalam proses persetujuan regulator. Perkembangan ini terjadi di tengah memanasnya persaingan global industri robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut dinyatakan lolos sidang komite pencatatan pada Senin (1/6), membuka jalan menuju tahap registrasi dan penerbitan saham di STAR Market Shanghai.

Sebelumnya, Unitree mengajukan rencana IPO pada 20 Maret 2026. Setelah melalui dua putaran pemeriksaan regulator serta inspeksi lapangan, perusahaan kini berada selangkah lebih dekat menuju pasar modal.

Dalam rencana penawaran sahamnya, Unitree menargetkan penghimpunan dana sebesar 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp11,9 triliun. Perusahaan akan menawarkan sedikitnya 40,4 juta saham atau sekitar 10 persen dari total kepemilikan.

Dari sisi kinerja keuangan, Unitree mencatat pendapatan sebesar 1,7 miliar yuan sepanjang tahun lalu. Meski pendapatannya masih sedikit di bawah perusahaan robotika UBTech yang telah tercatat di Bursa Hong Kong, Unitree berhasil membukukan laba bersih tertinggi di antara para pesaingnya, yakni sebesar 590,8 juta yuan.

Capaian tersebut menunjukkan efisiensi operasional yang kuat di tengah fase awal perkembangan industri robot humanoid yang masih membutuhkan investasi besar.

Namun tekanan mulai terlihat pada kuartal pertama tahun ini. Pendapatan perusahaan memang meningkat 68 persen secara tahunan menjadi 422,8 juta yuan, tetapi laba bersih yang disesuaikan turun lebih dari 52 persen menjadi 40,3 juta yuan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 84,8 juta yuan.

Penurunan laba tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya riset dan pengembangan serta mulai meredanya euforia pasar terhadap sektor robot humanoid.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, Unitree memperbesar investasi pada pengembangan sistem kecerdasan buatan yang menjadi “otak” robot humanoid. Fokus pengembangan diarahkan pada teknologi World-Model-Action (WMA) dan Vision-Language-Action (VLA).

Teknologi tersebut memungkinkan robot memahami lingkungan fisik secara lebih baik sekaligus menerjemahkan instruksi manusia menjadi tindakan yang lebih adaptif dan presisi.

Persaingan di sektor ini juga semakin ketat dengan hadirnya berbagai pemain baru. Selain proyek Optimus milik Tesla, sejumlah produsen otomotif dan perusahaan elektronik besar di Tiongkok juga mulai masuk ke industri robot humanoid.

Analis Morgan Stanley, Zhong Sheng, menilai gelombang IPO perusahaan robotika akan meningkatkan perhatian investor terhadap sektor tersebut.

“Gelombang IPO di sektor humanoid akan meningkatkan minat pasar terhadap saham-saham robotika,” ujarnya.

Dari perspektif industri global, UBS memperkirakan pengiriman robot humanoid akan mencapai sekitar 30.000 unit pada 2026. Meski demikian, sejumlah tantangan masih harus diatasi sebelum industri ini memasuki tahap produksi massal yang sesungguhnya.

Analis UBS, Phyllis Wang, menilai kemampuan kecerdasan buatan dan ketersediaan data masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan robot humanoid.

Menurutnya, produksi massal dalam skala besar membutuhkan terobosan pada kemampuan AI sekaligus ketersediaan data yang cukup untuk melatih sistem robot agar mampu beroperasi secara efektif di dunia nyata.

Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi dan berkembangnya ekosistem integrator diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap industri rantai pasok komponen robotika di Tiongkok.

IPO Unitree menjadi salah satu penanda bahwa industri robot humanoid kini telah memasuki fase kompetisi strategis global. Perlombaan yang sebelumnya dianggap sebagai teknologi masa depan kini berkembang menjadi arena persaingan nyata yang berpotensi menentukan arah dominasi teknologi dunia dalam beberapa dekade mendatang. (*)

Editor : Jamil Qasim
#ipo #robot