Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jeff Bezos Soroti Ketimpangan Ekonomi AS, Dorong Reformasi Sistem Pajak Berbasis Akar Masalah

jpg • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:31 WIB
Jeff Bezos bersama istrinya, Lauren Sánchez, menghadiri sebuah acara di Amerika Serikat (Barchart)
Jeff Bezos bersama istrinya, Lauren Sánchez, menghadiri sebuah acara di Amerika Serikat (Barchart)

 

batampos - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, kembali menyoroti isu ketimpangan ekonomi dan kebijakan pajak di Amerika Serikat (AS). Menurutnya, perdebatan publik kerap terjebak pada narasi saling menyalahkan dibanding mencari solusi atas akar persoalan yang sebenarnya.

Dalam wawancara dengan CNBC di fasilitas Blue Origin di Florida, Bezos mengatakan kesenjangan ekonomi di AS semakin terlihat. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “kisah dua ekonomi”, di mana sebagian masyarakat hidup sangat baik, sementara sebagian lainnya masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Saya pikir yang terjadi adalah semacam kisah dua keadaan ekonomi. Ada banyak orang yang hidup sangat baik, tetapi ada juga banyak yang kesulitan membayar sewa dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Polresta Barelang Intensifkan Patroli di Titik Rawan Banjir Batam

Namun, Bezos menilai perdebatan mengenai ketimpangan ekonomi sering berhenti pada upaya mencari pihak yang harus disalahkan tanpa menghasilkan solusi konkret.

“Mereka menggunakan teknik kuno: mencari pihak yang patut disalahkan dan saling menunjuk. Tetapi itu tidak menyelesaikan apa pun,” katanya.

Bezos menjelaskan bahwa di Amazon, setiap persoalan dianalisis menggunakan metode five whys, yaitu teknik bertanya “mengapa” secara berulang untuk menemukan penyebab paling mendasar dari suatu masalah.

“Jika kami memiliki masalah di Amazon, kami akan menggunakan metode five whys untuk menemukan akar penyebabnya,” ujar Bezos.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan menghasilkan solusi jangka panjang yang mampu menyelesaikan masalah secara permanen, bukan sekadar memperbaiki gejalanya.

Baca Juga: Jepang Dukung Pemanfaatan Energi Nuklir Damai di Malaysia

Dalam konteks kebijakan fiskal, Bezos berpendapat bahwa perdebatan soal pajak di AS terlalu sering berfokus pada besarnya penerimaan negara, bukan pada efektivitas pengelolaan dan penggunaan anggaran yang telah tersedia.

Ia bahkan menyebut sistem perpajakan AS sebagai salah satu yang paling progresif di dunia, dengan kelompok berpendapatan tinggi menanggung porsi besar dari total penerimaan pajak nasional.

“Kita sudah memiliki sistem pajak paling progresif di dunia,” ujarnya.

Bezos juga menyoroti kontribusi kelompok berpenghasilan rendah terhadap penerimaan pajak. Menurutnya, sekitar 50 persen penduduk dengan pendapatan terendah hanya menyumbang sekitar 3 persen dari total penerimaan pajak nasional.

Ia menilai reformasi pajak seharusnya tidak hanya membahas pembagian beban pajak, tetapi juga meninjau kembali desain sistem secara menyeluruh agar lebih efektif dan berkeadilan.

Pernyataan Bezos kembali memantik diskusi mengenai ketimpangan ekonomi, distribusi beban pajak, serta efektivitas kebijakan fiskal di AS, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Jeff Bezos #Ekonomi AS