Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

KAI Dorong PT DI Masuk Rantai Pasok Global KF-21 Boramae

Antara • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:01 WIB
KF-21 Boramae
KF-21 Boramae

batampos - Korea Aerospace Industries (KAI) berharap PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dapat mengambil peran strategis dalam rantai pasok global jet tempur KF-21 Boramae, proyek pesawat tempur generasi 4,5 yang dikembangkan bersama oleh Korea Selatan dan Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Team Leader International Business Development Asia Team 2 KAI, Park Seonghee, dalam agenda Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diselenggarakan Korea Foundation bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Sacheon, Korea Selatan, Kamis (11/6).

Menurut Park, kemitraan antara KAI dan PT DI telah berkembang melampaui program pengembangan KF-21. Kedua perusahaan juga menjalin kerja sama dalam program pesawat latih dasar KT-1B serta sejumlah program helikopter dan pesawat sayap putar lainnya.

“Kami ingin terus memperluas kemitraan ini. Kami berharap PT DI dapat menjadi mitra yang kuat dan menjadi bagian dari rantai pasok global kami,” ujar Park.

Baca Juga: Putri Kerajaan Thailand Meninggal Setelah Hampir 4 Tahun Koma

KAI menilai keterlibatan PT DI dalam rantai pasok internasional akan membuka peluang lebih besar bagi industri dirgantara Indonesia untuk berpartisipasi dalam produksi dan ekspor berbagai platform pesawat yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Selain itu, Park mengungkapkan bahwa program KF-21 mulai menarik perhatian sejumlah calon pelanggan dari berbagai negara. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap pembahasan awal terkait potensi pengadaan pesawat tempur tersebut.

Tidak hanya pada program KF-21, KAI juga berencana memperkuat kerja sama industri dengan Indonesia melalui program pesawat latih KT-1B. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah pemindahan lini produksi ke Indonesia.

“Terkait program KT-1, kami juga berencana memindahkan lini produksi ke Indonesia sehingga fasilitas produksi di Indonesia dapat digunakan untuk mendukung program ekspor tambahan di masa depan,” kata Park.

Pada kesempatan yang sama, Director International Business Development Asia KAI, Jo Junhyun, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang menjalankan program penguatan struktur pesawat KT-1B. Sebagian besar pekerjaan dalam program tersebut telah dipercayakan kepada PT DI.

Terkait program KF-21, Jo menyebut KAI berharap pemerintah Indonesia pada akhirnya akan mengakuisisi hingga 48 unit pesawat tempur tersebut. Saat ini pembahasan masih berfokus pada tahap awal pengadaan, namun diskusi mengenai tambahan pembelian di masa depan juga terus berkembang.

“Saat ini pembicaraan masih berfokus pada tahap pertama. Namun, kami juga telah memperluas diskusi mengenai pengadaan tambahan KF-21 di masa mendatang. Kami memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Proyek KF-21 Boramae sendiri diluncurkan Korea Selatan pada 2015 sebagai program pengembangan jet tempur supersonik buatan dalam negeri. Indonesia kemudian bergabung sebagai negara mitra dengan skema pembagian biaya pengembangan sebagai kompensasi atas transfer teknologi, akses terhadap prototipe, dan berbagai manfaat industri lainnya.

Baca Juga: Kanada Waspadai Bosnia di Laga Perdana Grup B, Duel Diprediksi Berjalan Ketat

Dalam perkembangannya, Indonesia yang semula berkomitmen menanggung sekitar 20 persen biaya pengembangan proyek mengusulkan penyesuaian kontribusi menjadi sekitar 6 persen. Sebagai konsekuensinya, cakupan transfer teknologi yang diterima Indonesia juga mengalami penyesuaian.

Badan Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) diperkirakan akan menetapkan jadwal penyerahan satu unit prototipe KF-21 beserta dokumen teknologi terkait setelah Indonesia menyelesaikan kewajiban kontribusi sebesar 600 miliar won atau sekitar Rp6,8 triliun.

Seiring proses tersebut, media Korea Selatan melaporkan bahwa Seoul dan Jakarta juga tengah membahas potensi kontrak ekspor 16 unit KF-21 untuk Indonesia. Jika terealisasi, kesepakatan itu akan menjadi penjualan ekspor perdana bagi jet tempur buatan Korea Selatan tersebut sekaligus memperkuat kerja sama strategis kedua negara di sektor pertahanan dan industri dirgantara. (*)

Editor : Putut Ariyo
#industri pertahanan #KF-21 Boramae #PT Dirgantara Indonesia #KAI #korea selatan