Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Infeksi Parasit New World Screwworm Melonjak, Amerika Serikat Siaga Hadapi Wabah

Juliana Belence • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi lalat. (Freepik)
Ilustrasi lalat. (Freepik)

batampos - Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan setelah kemunculan kembali New World Screwworm, parasit berbahaya yang dikenal mampu memakan jaringan hidup hewan dan manusia.

Kemunculan kasus baru di Texas memicu kekhawatiran karena parasit tersebut sebelumnya telah dinyatakan berhasil diberantas dari Amerika Serikat selama beberapa dekade.

Parasit berasal dari larva lalat Cochliomyia hominivorax yang bertelur pada luka terbuka hewan berdarah panas. Setelah menetas, larva akan menggali dan memakan jaringan hidup inangnya, menyebabkan luka yang semakin membesar, infeksi berat, hingga kematian apabila tidak segera ditangani. 

Kasus pada manusia relatif jarang, infeksi tetap dapat terjadi dan menimbulkan kondisi medis serius yang dikenal sebagai myiasis.

"Kasus pertama dalam wabah saat ini terdeteksi pada seekor anak sapi di Zavala County, Texas, pada 3 Juni 2026," tulis data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), dikutip dari APHIS, Rabu (17/6).

Baca Juga: Pejabat Uni Eropa Khawatir Trump Ambil Alih Kendali Perundingan Damai Atas Ukraina

Jumlah kasus terus bertambah dan  telah ditemukan pada sapi, kambing, domba, serta anjing di sejumlah wilayah Texas dan New Mexico. Otoritas setempat bahkan telah memberlakukan pembatasan pergerakan hewan di area terdampak guna menekan penyebaran parasit.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa wabah sebenarnya telah menyebar sejak 2023 dari Amerika Tengah menuju Meksiko sebelum akhirnya mencapai wilayah Amerika Serikat. 

Lebih dari 171.700 kasus pada hewan dan lebih dari 2.070 kasus pada manusia telah dilaporkan di Meksiko dan Amerika Tengah selama periode wabah tersebut. 

Namun, CDC menegaskan belum ada kasus penularan lokal pada manusia yang tercatat di AS. Para ahli memperingatkan bahwa ancaman terbesar saat ini adalah dampaknya terhadap industri peternakan. 

Texas merupakan salah satu pusat produksi sapi terbesar di Amerika Serikat, sehingga penyebaran screwworm berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi miliaran dolar. 

Beberapa analis memperkirakan wabah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerugian hingga US$1,8 miliar bagi sektor peternakan Texas. USDA bersama pemerintah negara bagian telah mengintensifkan pengawasan lapangan dan pelepasan jutaan lalat jantan steril. 

Metode ini dirancang untuk menghambat reproduksi screwworm sehingga populasi parasit dapat ditekan secara bertahap. Hingga pertengahan Juni, sekitar 8 juta lalat steril telah dilepas sebagai bagian dari operasi pengendalian darurat. 

Pemerintah AS menegaskan bahwa pasokan pangan nasional masih aman dan belum terdampak langsung oleh wabah.(*)

Editor : Juliana Belence
#New World Screwworm #parasit #amerika serikat #lalat #kasus