batampos - Belanda menghadapi gangguan transportasi besar-besaran pada Rabu (24/6), setelah aksi mogok kerja nasional menyebabkan layanan kereta api di seluruh negeri berhenti beroperasi selama beberapa jam.
Sejumlah layanan bus, trem, dan metro juga terdampak, memaksa banyak pekerja dan pelajar mencari alternatif perjalanan. Nederlandse Spoorwegen (NS) mengonfirmasi tidak ada kereta yang beroperasi mulai pukul 04.00 - 08.00 waktu setempat.
NS memperingatkan bahwa normalisasi layanan tidak dapat dilakukan secara instan dan gangguan perjalanan diperkirakan berlanjut hingga siang hari. Aksi mogok dipimpin oleh Federation of Dutch Trade Unions (FNV), serikat buruh terbesar di Belanda.
Serikat pekerja menentang rencana pemerintah yang mencakup pengurangan tunjangan pengangguran, perubahan skema tunjangan disabilitas, serta usulan reformasi pensiun yang dinilai merugikan pekerja.
Penghentian layanan transportasi umum merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya dialog dengan pemerintah tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Remaja Argentina Kenakan Topeng dan Ekor, Jalani Hidup Layaknya Hewan
Serikat pekerja menyatakan mereka memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat, tetapi menilai aksi diperlukan untuk mempertahankan perlindungan sosial bagi pekerja dan kelompok rentan.
Otoritas transportasi memperkirakan pemulihan jadwal normal baru dapat dilakukan sekitar pukul 10.00 -11.00 waktu setempat karena armada dan personel harus kembali ditempatkan setelah aksi berakhir. NS mengimbau masyarakat menunda perjalanan jika memungkinkan dan memeriksa jadwal terbaru sebelum berangkat.
Beberapa layanan internasional seperti Eurostar tetap beroperasi bagi penumpang yang memiliki reservasi, sementara sejumlah layanan lintas negara lainnya dihentikan selama periode mogok berlangsung.
Mogok kerja diperkirakan menjadi salah satu aksi protes transportasi terbesar di Belanda dalam beberapa tahun terakhir. Serikat pekerja bahkan membuka kemungkinan aksi lanjutan apabila pemerintah tidak mengubah rencana kebijakan yang menjadi pemicu protes.(*)
Editor : Juliana Belence