Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ratusan Bangkai Kapal Ditemukan di Gibraltar, Ungkap Jejak Perdagangan dan Perang Selama 2.400 Tahun

Juliana Belence • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:15 WIB
Ilustrasi kuburan kapal. (x.com/ahmadx_official)
Ilustrasi kuburan kapal. (x.com/ahmadx_official)

batampos - Sebuah penemuan arkeologi bawah laut di perairan Gibraltar membuka lembaran baru dalam penelitian sejarah maritim dunia. Tim peneliti dari Spanyol berhasil mengidentifikasi lebih dari 150 situs arkeologi bawah laut yang mencakup sedikitnya 130 bangkai kapal dari berbagai periode sejarah.

Temuan tersebut membuat para arkeolog menjuluki kawasan itu sebagai kuburan kapal bawah laut. Lokasinya yang berada di jalur penghubung antara Samudra Atlantik dan Laut Mediterania menjadikan Gibraltar sebagai salah satu kawasan pelayaran paling sibuk selama ribuan tahun.

Para peneliti menjuluki kawasan itu sebagai kuburan kapal bawah laut. Penemuan merupakan hasil penelitian Project Herakles yang dipimpin para peneliti dari University of Cádiz.

Selama beberapa tahun terakhir, mereka melakukan pemetaan dasar laut di Teluk Gibraltar. Bangkai kapal yang ditemukan berasal dari berbagai peradaban dan periode sejarah, termasuk kapal Fenisia, Punisia (Kartago), Romawi, abad pertengahan, dan kapal militer era modern.

Keberagaman menjadikan kawasan ini sebagai arsip bawah laut yang merekam perdagangan, migrasi, peperangan, dan pelayaran selama lebih dari dua milenium. Setiap kapal yang ingin keluar masuk Laut Mediterania dari Atlantik harus melewati kawasan ini. 

Baca Juga: Venezuela Dilanda Gempa Dahsyat M 7,2, Kerusakan Meluas di Caracas

Selama ribuan tahun, jalur tersebut dilalui pedagang, armada perang, penjelajah, hingga kapal - kapal niaga dari berbagai bangsa seperti Romawi, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Venesia. 

Para arkeolog mencatat bahwa sebagian bangkai kapal ditemukan dalam kelompok - kelompok yang berasal dari era berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan  berulang kali menjadi lokasi kecelakaan maritim akibat cuaca buruk, arus laut yang kuat, peperangan, maupun tingginya lalu lintas pelayaran. 

Sebelum proyek dimulai pada 2019, hanya empat situs arkeologi bawah laut yang diketahui di kawasan Teluk Gibraltar. Kini jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 150 situs yang telah terdokumentasi.

Tim peneliti menggabungkan kajian arsip sejarah, wawancara dengan nelayan dan penyelam lokal, serta teknologi modern seperti pemindaian dasar laut, magnetometer, fotogrametri, dan pemetaan digital tiga dimensi. 

Teknologi memungkinkan para arkeolog mendeteksi bangkai kapal yang terkubur di bawah lapisan pasir selama ratusan hingga ribuan tahun. 

Beberapa perkiraan menyebut dasar laut Teluk Gibraltar mungkin masih menyimpan hingga 2.000 kapal karam yang belum ditemukan. Fokus penelitian saat ini bukan mengangkat artefak ke permukaan, tetapi mendokumentasikan dan memetakan situs untuk tujuan konservasi. 

Para peneliti berharap dokumentasi digital yang mereka buat dapat membantu pelestarian situs - situs bersejarah untuk generasi mendatang.(*)

Editor : Juliana Belence
#Perairan Anambas #Gibraltar #arkeologi #spanyol #bawah laut