Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ketegangan Memuncak, Parlemen Iran Sebut Serangan AS Langgar Semangat Gencatan Senjata

jpg • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi dampak perang AS-Iran. (ANTARA/Anadolu)
Ilustrasi dampak perang AS-Iran. (ANTARA/Anadolu)

batampos – Seorang anggota senior parlemen Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat terhadap negaranya yang dilakukan di tengah berlangsungnya proses negosiasi. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan Washington tidak memiliki komitmen terhadap diplomasi maupun kesepakatan gencatan senjata.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, mengatakan Amerika Serikat kembali menyerang Iran ketika jalur perundingan masih berlangsung.

"Presiden AS yang gagap telah menunjukkan bahwa dia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi atau gencatan senjata," ujar Azizi, seperti dikutip Antara, Sabtu (27/6).

Azizi menilai pelanggaran terhadap gencatan senjata itu merupakan tindakan sembrono yang justru akan membawa dampak buruk bagi Amerika Serikat.

"Seperti yang sudah-sudah, pelanggaran sembrono terhadap gencatan senjata hanya akan menyebabkan kemunduran dan penyesalan bagi AS," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya saling menyalahkan tidak lagi akan mengubah situasi.

"Permainan saling menyalahkan tidak lagi efektif," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa angkatan lautnya telah menargetkan sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan sebagai respons atas serangan AS di wilayah selatan Iran.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada Jumat (26/6) malam menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah lokasi rudal, drone, dan radar milik Iran. Washington menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Editor : Jamil Qasim
#parlemen Iran #gencatan senjata