Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Teheran dengan Respons Lebih Keras

jpg • Senin, 29 Juni 2026 | 07:23 WIB
Donald Trump klaim kesepakatan disetujui Iran. (x.com/XtexasgirlX)
Donald Trump klaim kesepakatan disetujui Iran. (x.com/XtexasgirlX)

batampos – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah kembali memanasnya konflik di kawasan Teluk. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan Iran "tidak akan ada lagi" apabila kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan itu disampaikan setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi rudal, drone, dan radar milik Iran pada Sabtu (27/6). Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata dan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai tanggapan langsung atas aksi Iran yang dinilai terus mengganggu pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa serangan AS di wilayah Sirik tidak akan mengurangi kemampuan Iran dalam mengendalikan keamanan di Selat Hormuz.

Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Iran mengklaim telah melancarkan operasi gabungan rudal dan drone yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Teheran juga memperingatkan akan memberikan balasan yang lebih keras jika terjadi serangan lanjutan.

Situasi tersebut terjadi di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani kurang dari dua pekan lalu untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.

Hingga kini, Amerika Serikat dan Iran masih saling menuduh sebagai pihak pertama yang melanggar kesepakatan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional bahwa konflik berpotensi kembali meluas dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Editor : Jamil Qasim
#AS dan Iran Kembali Saling Serang #donald trump