Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Suhu Tembus 41 Derajat Celsius, Gelombang Panas Lumpuhkan Jalur Trem di Jerman

Juliana Belence • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:15 WIB
Jalur Trem di Jerman lumpuh akibat gelombang panas. (x.com/MarioNawfal)
Jalur Trem di Jerman lumpuh akibat gelombang panas. (x.com/MarioNawfal)

batampos - Gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa mulai menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur di Jerman. Temperatur yang menembus lebih dari 41 derajat Celsius menyebabkan gangguan pada jaringan transportasi, termasuk penghentian operasional trem di Kota Leipzig setelah jalurnya mengalami kerusakan akibat panas ekstrem.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi fasilitas publik. Suhu tinggi juga menyebabkan kerusakan pada jalan raya, mengganggu perjalanan kereta api, dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Di Kota Leipzig, layanan trem terpaksa dihentikan setelah panas ekstrem merusak jalur rel dan material di sekitarnya. Fenomena ini menjadi salah satu dampak paling nyata dari gelombang panas yang melanda sebagian besar 

Suhu tinggi juga menyebabkan jalan raya rusak, meningkatkan risiko kebakaran, serta menambah tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di Jerman dan negara - negara Eropa lainnya. Suhu di beberapa wilayah Jerman mencapai sekitar 41- 41,7 derajat Celsius

Ini memecahkan rekor nasional yang tercatat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi dipicu oleh gelombang panas yang bergerak dari Eropa Barat menuju Eropa Tengah dan Timur, membawa udara panas berkepanjangan yang diperparah oleh minimnya curah hujan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Ketegangan AS-Iran Bayangi Pasokan Global

Operator transportasi Leipziger Verkehrsbetriebe (LVB) menghentikan seluruh layanan trem setelah material penyambung di antara rel dan permukaan jalan melunak akibat suhu ekstrem. 

Material bergeser dan menumpuk di area persimpangan rel sehingga menghambat pergerakan roda trem dan meningkatkan risiko kecelakaan. 

Teknisi langsung diterjunkan untuk memperbaiki jalur yang terdampak sebelum layanan dapat kembali dioperasikan. Kerusakan sebenarnya terjadi pada material penyegel dan aspal di sekitar rel bukan pada rel baja itu sendiri. 

Suhu yang sangat tinggi membuat bahan kehilangan kekuatannya, sehingga berubah bentuk dan mengganggu struktur lintasan. Fenomena seperti ini jarang terjadi di Jerman karena infrastruktur transportasinya umumnya dirancang untuk menghadapi iklim yang lebih sejuk.

Permukaan jalan beton di beberapa lokasi retak dan terangkat akibat pemuaian karena panas, sementara lapisan aspal di ruas lain melunak. Otoritas setempat memberlakukan penutupan sementara dan pembatasan kecepatan di sejumlah jalur untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Operator Deutsche Bahn mengingatkan penumpang mengenai potensi keterlambatan dan pembatalan perjalanan karena suhu tinggi memengaruhi kondisi rel, jaringan listrik, dan sistem operasional. 

Sejumlah perjalanan mengalami gangguan, terutama di wilayah yang mencatat suhu tertinggi. Rumah sakit di Jerman menghadapi lonjakan pasien yang mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke. 

Organisasi profesi dokter menilai sistem kesehatan masih belum sepenuhnya siap menghadapi cuaca ekstrem yang mengingat hanya sebagian rumah sakit yang memiliki ruang perawatan berpendingin udara secara memadai.(*)

Editor : Juliana Belence
#gelombang panas #trem #jerman #eropa #rusak