Dishub Batam Targetkan 20 Penumpang per Perjalanan pada Rute Trans Batam Bandara Hang Nadim

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyusun strategi agar layanan Trans Batam rute Bandara Internasional Hang Nadim tidak hanya diminati pada masa peluncuran, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat dalam jangka panjang. Salah satu target awal yang dipasang adalah rata-rata 20 penumpang di setiap perjalanan.
Koridor baru Nongsa–Batam Centre–Bandara Hang Nadim yang mulai diuji coba sejak Senin (30/6) resmi beroperasi pada Rabu (2/7). Sejak diperkenalkan, layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai tanggapan di media sosial maupun pemberitaan di media massa.
"Respons masyarakat sejauh ini cukup baik. Bukan hanya masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat, tetapi juga warga yang ingin berkunjung ke bandara. Dukungan bahkan datang dari luar Batam," kata Leo kepada Batam Pos, Rabu (1/7).
Menurutnya, kehadiran Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang mampu mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Target Awal 20 Penumpang Setiap Perjalanan
Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pada tahap awal operasional pihaknya belum menetapkan target resmi jumlah penumpang. Namun, berdasarkan proyeksi internal, setiap perjalanan diharapkan dapat mengangkut sekitar 20 penumpang.
Ia memperkirakan peningkatan jumlah pengguna akan mulai terlihat setelah masyarakat mengenal pola operasional dan jadwal keberangkatan bus.
"Biasanya satu bulan pertama masyarakat masih mencoba. Memasuki bulan kedua, ketika mereka sudah yakin dengan jadwal dan ketepatan waktu, jumlah penumpang mulai meningkat," ujarnya.
Menurut Bambang, pola serupa pernah terjadi pada Koridor 1 Sekupang–Batam Centre dan Koridor 2 Tanjung Uncang–Batam Centre. Seiring meningkatnya jumlah penumpang, Dishub kemudian menambah armada sehingga waktu tunggu bus menjadi lebih singkat.
"Dulu headway 15 sampai 20 menit. Setelah penumpang bertambah, kami tambah armada sehingga menjadi setiap 10 menit. Kalau nanti rute bandara juga berkembang, bukan tidak mungkin tahun 2027 kami tambah armadanya dari lima menjadi enam unit atau lebih," katanya.



