Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Minyak Naik Meski Tipis, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran dan Selat Hormuz

jpg • Sabtu, 4 Juli 2026 | 11:31 WIB
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak. (Sumber: Getty Images)

batampos – Harga minyak mentah dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (4/7) di tengah optimisme pasar terhadap proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meski negosiasi kedua negara dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.

Harga minyak mentah Brent naik sekitar 0,32 persen menjadi USD72,12 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,09 persen ke level USD68,78 per barel.

Analis Citigroup Inc. (Citi) menilai proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung dalam situasi yang rapuh, terutama terkait persoalan tarif serta pengelolaan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

"Proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih rapuh, tetapi hingga saat ini tetap berjalan. Persoalan mengenai tarif dan pengelolaan Selat Hormuz masih menjadi isu yang diperdebatkan," ujar analis Citi.

Meski demikian, Citi memperkirakan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah disepakati kedua negara masih akan bertahan.

"Kami memperkirakan nota kesepahaman tersebut akan tetap berlaku, bukan karena kedua pihak tiba-tiba saling percaya, melainkan karena tidak ada insentif yang menguntungkan bagi keduanya untuk melanggarnya," tulis Citi.

Pasokan Mulai Pulih

Seiring meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali normal. Jalur tersebut sebelumnya sempat terganggu akibat konflik, padahal menjadi rute pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG).

Pulihnya distribusi energi mendorong sejumlah negara produsen meningkatkan produksi minyak.

Kuwait, misalnya, mencatat lonjakan produksi menjadi sekitar 1,65 juta barel per hari (bph) pada Juni, meningkat tajam dibandingkan 580 ribu bph pada Mei. Peningkatan itu terjadi setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

Selain itu, sedikitnya lima kapal tanker super yang mengangkut sekitar 10 juta barel minyak mentah Arab Saudi dilaporkan telah melewati Selat Hormuz menuju pasar internasional.

Perusahaan energi Saudi Aramco juga disebut mulai memanfaatkan harga pasar (spot market) untuk mempercepat penjualan minyak ke kawasan Asia.

Sementara itu, pada perdagangan terbaru, kontrak berjangka minyak Brent tercatat naik sekitar 0,1 persen menjadi USD73,44 per barel, sedangkan WTI menguat 0,8 persen ke level USD70,05 per barel.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dalam beberapa pekan ke depan. Keberhasilan menjaga stabilitas di Timur Tengah dinilai menjadi faktor penting yang akan menentukan arah harga minyak global serta keseimbangan pasokan energi dunia.

Editor : Jamil Qasim
#AS-Iran #minyak dunia