Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gelombang Panas Ekstrem Kepung Eropa, Empat Negara Berlomba Cegah Bencana Kebakaran Hutan

Juliana Belence • Senin, 6 Juli 2026 | 10:15 WIB
Kebakaran hutan di La Bisbal d
Kebakaran hutan di La Bisbal d'Empordà munic, Spanyol. (x.com/irene_makarenko)

batampos - Eropa kembali menghadapi ujian berat pada awal musim panas tahun ini. Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan selatan benua memicu kebakaran hutan di berbagai wilayah, memaksa pemerintah mengerahkan ribuan personel pemadam, melakukan evakuasi warga, hingga menetapkan status siaga di sejumlah daerah berisiko tinggi.

Sedikitnya empat negara, yakni Portugal, Prancis, Spanyol, dan Yunani, kini berada di garis depan menghadapi ancaman. Kondisi cuaca yang sangat panas dan kering membuat risiko kebakaran meningkat tajam.

Di sejumlah wilayah, suhu diperkirakan menyentuh 40 derajat Celsius dengan angin kencang mempercepat penyebaran api sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Di Portugal, kebakaran terbesar terjadi di wilayah Vouzela. Lebih dari 1.200 petugas pemadam kebakaran bersama 15 pesawat dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang telah menghanguskan sekitar 12.000 hektare lahan sejak pekan lalu. 

Pemerintah juga menerima bantuan dari Spanyol dan Italia untuk memperkuat operasi pemadaman. Prancis menghadapi kebakaran besar di wilayah selatan yang telah melalap lebih dari 1.600 hektare hutan. 

Baca Juga: Singapura Garap Pusat Wisata Kebugaran Raksasa, Luasnya Setara 9 Lapangan Sepak Bola

Situasi tersebut bahkan memaksa panitia Tour de France menutup akses penonton di etape ketiga demi memberi ruang bagi ratusan petugas pemadam kebakaran bekerja. 

Sekitar 750 personel diterjunkan untuk mengendalikan api yang terus meluas akibat angin dan suhu tinggi. Di Spanyol, kebakaran hutan melanda kawasan Catalonia dan membakar sekitar 2.200 hektare lahan. 

Otoritas tetap menetapkan status kewaspadaan tinggi karena cuaca panas diperkirakan bertahan dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi memicu titik api baru. Di Yunani, kebakaran terjadi di sekitar Thessaloniki, kota terbesar kedua di negara. 

Api membakar sebuah fasilitas daur ulang sehingga menghasilkan asap beracun yang menyelimuti kawasan sekitar. Otoritas mengeluarkan peringatan darurat, meminta warga tetap berada di dalam rumah, menutup pintu dan jendela, serta mengevakuasi sejumlah permukiman yang berada di jalur kebakaran.

Kebakaran di Prancis, Spanyol, dan Portugal telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare lahan. Para ahli memperingatkan kondisi dapat memburuk karena gelombang panas diperkirakan kembali menguat setelah sebelumnya menyebabkan ribuan kematian berlebih di Eropa sepanjang Juni.

Para ilmuwan menjelaskan kondisi dipengaruhi pola atmosfer yang dikenal sebagai Omega Block, yakni sistem tekanan tinggi yang mengunci udara panas di suatu kawasan sehingga cuaca ekstrem berlangsung lebih lama. Fenomena cuaca ekstrem kembali menyoroti dampak perubahan iklim terhadap kawasan Eropa. 

Musim panas yang semakin panjang, suhu yang terus memecahkan rekor, serta kondisi hutan yang mengering membuat ancaman kebakaran semakin sulit dikendalikan dan berpotensi berlangsung lebih sering dibandingkan tahun - tahun sebelumnya.(*)

Editor : Juliana Belence
#gelombang panas #40 derajat Celcius #kebakaran #hutan #eropa