Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Singapura Yakin Masa Depan Indonesia, BBK Tetap Jadi Magnet Investasi

Antara • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:31 WIB
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto pada Leader’s Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto pada Leader’s Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (ANTARA/Fathur Rochman) 

batampos – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Optimisme tersebut, kata dia, tercermin dari investasi Singapura yang terus mengalir, termasuk di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Pernyataan itu disampaikan Wong usai pertemuan tahunan Leaders' Retreat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdaeka, Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Wong, hubungan Indonesia dan Singapura dibangun di atas fondasi saling percaya, saling menghormati, dan saling memahami. Karena itu, Singapura memandang keberhasilan Indonesia sebagai bagian dari kepentingan bersama kedua negara.

Baca Juga: Polda Kepri Akan Gelar Perkara, Dugaan Pidana Kasus Tiket Pesparawi Masih Didalami

"Singapura memiliki kepercayaan terhadap masa depan Indonesia. Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kita saling terhubung," kata Wong.

Ia menjelaskan, investasi Singapura tidak hanya berupa aliran modal, tetapi juga mendorong tumbuhnya dunia usaha, pengembangan industri hilir, pembangunan infrastruktur digital, serta penciptaan lapangan kerja.

"Investasi-investasi ini bukan sekadar arus modal. Investasi tersebut menciptakan bisnis, industri hilir, infrastruktur digital, peluang, dan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Motor Mogok Berujung Pengeroyokan, Pelajar SMA Alami Luka di Wajah

Wong mencontohkan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang dinilai berkembang pesat sebagai pusat ekonomi digital dan semakin diminati investor asal Singapura maupun perusahaan global.

Selain BBK, ia juga menyoroti keberhasilan Kendal Industrial Park yang telah beroperasi penuh dan akan diperluas sekitar 1.000 hektare untuk mengakomodasi investasi baru.

"Perluasan ini akan menciptakan lebih banyak investasi, lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Di luar sektor investasi, Wong mengatakan Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat ketahanan rantai pasok guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

"Kami berkomitmen memperkuat ketahanan rantai pasok sehingga kedua negara dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai guncangan eksternal," ujarnya.

Ia menambahkan, kedua negara juga memiliki visi yang sama untuk membuka peluang kerja sama baru demi meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus memperkuat posisi ASEAN di tengah dinamika global.

"Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan daya saing Indonesia, Singapura, serta kawasan ASEAN," tutup Wong. (*)

Editor : Jamil Qasim
#BBK #lawrence wong