Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Ancam Selesaikan Tugas Lewat Operasi Militer

Juliana Belence • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:15 WIB
Donald Trump tegaskan operasi militer masih jadi pilihan. (x.com/EliAfriatISR)
Donald Trump tegaskan operasi militer masih jadi pilihan. (x.com/EliAfriatISR)

batampos - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran dengan menegaskan bahwa negaranya siap mengambil langkah militer apabila Iran tidak segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Pernyataan tersebut memunculkan kembali kekhawatiran akan pecahnya konflik bersenjata di Timur Tengah setelah beberapa waktu terakhir kedua negara berupaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomasi. Pernyataan disampaikan Donald Trump pada Senin (6/7) waktu setempat di Gedung Putih. 

Ia mengatakan Amerika Serikat lebih menginginkan penyelesaian melalui jalur diplomasi, tetapi tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer apabila pembicaraan dengan Iran kembali menemui jalan buntu.

"Akan ada kesepakatan dengan Iran atau kami akan menyelesaikan tugasnya," ujar Donald Trump, dikutip dari Reuters, Selasa (7/7).

Pernyataan mengacu pada kemungkinan tindakan militer jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan. Kemampuan militer AS memungkinkan operasi dilakukan dengan cepat, ia mengaku lebih memilih solusi damai demi menghindari dampak bagi rakyat Iran.

Baca Juga: Singapura Yakin Masa Depan Indonesia, BBK Tetap Jadi Magnet Investasi

Pernyataan muncul setelah putaran terbaru pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kemajuan berarti. 

Kedua negara sebelumnya memanfaatkan masa gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka ruang diplomasi menyusul konflik bersenjata yang terjadi beberapa bulan lalu. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran maupun pencabutan sanksi ekonomi.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menyebut pernyataan Trump sebagai sesuatu yang khayalan dan memperingatkan bahwa Iran akan memberikan balasan apabila Amerika Serikat kembali melakukan agresi militer terhadap negaranya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, suasana di Iran juga masih dipenuhi duka setelah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dihadiri ratusan ribu pelayat. 

Dalam prosesi, massa meneriakkan slogan anti-Amerika dan menyerukan balas dendam atas kematian Khamenei yang menurut pemerintah Iran tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Ancaman terbaru Trump turut memicu kekhawatiran pasar energi global. Harga minyak dunia sempat bergerak naik karena pelaku pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah apabila hubungan AS dan Iran kembali berubah menjadi konflik terbuka. 

Analis menilai jalur diplomasi masih terbuka sehingga operasi militer belum menjadi keputusan final Amerika Serikat.

Editor : Juliana Belence
#peringatan #amerika serikat #donald trump #militer #iran