Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Operasi Militer Terbaru Amerika Serikat Gempur 80 Target Iran, Ancaman di Selat Hormuz Meningkat

Juliana Belence • Rabu, 8 Juli 2026 | 12:45 WIB
Amerika Serikat kembali menyerang Iran. (x.com/BRICSinfo)
Amerika Serikat kembali menyerang Iran. (x.com/BRICSinfo)

batampos - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru setelah militer AS mengumumkan operasi besar - besaran yang menyasar lebih dari 80 target militer di wilayah Iran. 

Operasi tersebut disebut sebagai langkah balasan atas serangan yang dituding dilakukan Teheran terhadap kapal - kapal dagang di Selat Hormuz. Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan difokuskan untuk melumpuhkan kemampuan militer Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di kawasan Teluk..

Operasi diumumkan oleh U.S. Central Command (CENTCOM) sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal - kapal komersial di Selat Hormuz yang dinilai mengancam kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Serangan terbaru menjadi eskalasi signifikan dalam konflik yang telah memanas selama beberapa bulan terakhir. 

Pemerintah AS juga mengumumkan pencabutan izin yang sebelumnya memungkinkan Iran mengekspor minyak dalam skema tertentu sebagai bagian dari tekanan ekonomi dan militer terhadap Teheran.

Sasaran operasi mencakup sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali militer, lokasi peluncuran rudal antikapal, radar pesisir, serta lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berada di sekitar Selat Hormuz. 

Baca Juga: Kapal Tanker LNG Diserang Drone di Teluk Oman, Sempat Kirim Sinyal Darurat

Militer Amerika Serikat menyatakan seluruh target dipilih untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional. Amerika menyebut operasi dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. 

Pemerintah AS menilai tindakan Iran telah melanggar komitmen yang sebelumnya disepakati untuk menjaga keamanan kawasan dan memastikan lalu lintas perdagangan internasional tetap berjalan tanpa gangguan.

Iran mengecam serangan  dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang melanggar kesepahaman gencatan senjata. Pejabat militer Iran menegaskan negaranya akan memberikan respons yang tegas terhadap setiap aksi militer Amerika Serikat.

Tak lama setelah serangan AS, sirene peringatan dilaporkan berbunyi di Bahrain dan Kuwait menyusul ancaman rudal dan drone yang dikaitkan dengan respons Iran. 

Otoritas kedua negara meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udara, sementara sejumlah negara di kawasan juga memperketat pengamanan terhadap fasilitas energi dan pelabuhan strategis.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun besarnya kerusakan di pihak Iran. Namun, eskalasi terbaru kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan di Selat Hormuz.

Analis menilai meningkatnya ketegangan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus mendorong kenaikan harga energi global.(*)

Editor : Juliana Belence
#amerika serikat #operasi #serangan #konflik #iran